Tanjung, Pohon Berdaun Rindang dan Berbunga Harum

Reading time: 2 menit
Pohon Tanjung
Buah pohon tanjung. Foto: shutterstock

Salah satu sumber daya alam hayati Indonesia yang memiliki kandungan senyawa alami seperti antimikroba dan antifungi adalah tanaman Tanjung. Tanjung (Mimusops elengi) merupakan salah satu pohon yang banyak memiliki efek terapeutik dan sudah banyak diteliti sebagai berbagai macam obat untuk penyakit radang, diare, dan asma.

Flora yang termasuk famili Sapotaceae ini berasal dari India, Sri Lanka dan Burma. Di Nusantara, Tanjung telah ada sejak berabad-abad silam dan masuk dari semenanjung Malaya hingga tersebar di Asia Tenggara. Pohon ini juga dikenal dengan berbagai nama seperti tanjong (Bug., Mak.), tanju (Bim.), angkatan, wilaja (Bal.), keupulacangè (Aceh), dan kahekis, karikis, kariskis, rekes (aneka bahasa di Sulut) (Jurnal Hutan Tropis, 2013).

Baca juga: Buah Jambu Air, Penyembuh Berbagai Penyakit

Tanjung dapat hidup dengan baik di tempat terbuka dan terkena sinar matahari langsung seperti dataran rendah maupun dataran tinggi di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Jenis tanaman ini merupakan pohon serbaguna yang kayunya dikenal awet, keras, dan kuat.

Kayunya cocok dan sering dimanfaatkan untuk konstruksi yang memerlukan kekuatan, seperti jembatan, perahu, kapal laut, lantai, rangka, dan daun pintu (Sarliani, 2002). Hampir seluruh bagian tanamannya seperti akar, kulit, daun, dan bunga bermanfaat untuk bahan obat-obatan.

Pohon Tanjung

Pohon Tanjung atau Mimusopselengi L. Foto: shutterstock

Berdasarkan kajian ilmiah Eliya Suita dan Nurhasybi dari Balai Penelitian Teknologi Perbenihan (2008), pohon tanjung memiliki tajuk yang rindang dan indah. Pohon peneduh ini seringkali difungsikan sebagai tanaman di halaman rumah atau di sepanjang tepi jalan.

Tanaman berbunga harum ini merupakan tanaman yang terbukti berpotensi untuk mengatasi persebaran nyamuk Aedes aegypti. Pohon Tanjung termasuk tumbuhan berumah satu yang secara morfologi berupa jenis tanaman perindang. Pohonnya berukuran sedang, tumbuh hingga ketinggian 15 m (Jurnal Aspirator, 2012). Mirip dengan keluarga buah sawo, daunnya berwarna hijau tua dan mengilat.

Baca juga: Avokad, Buah Tropis Kaya Gizi

Ciri dedaunannya, yakni daun tunggal, tersebar, rimbun, dan bertangkai panjang. Helaian daun tanjung berbentuk bulat telur hingga melonjong dengan panjang 9 hingga 16 cm, bertepi rata, serta bergelombang. Daunnya juga merupakan tanaman bergetah dengan batang berkayu (Jurnal Aspirator, 2012).

Keunggulan tanaman ini sayangnya tidak diimbangi dengan pelestarian keberadaannya di alam. Menurut Ahmad Yamani, dkk dalam Jurnal Hutan Tropis (2013), tanjung merupakan tanaman yang sudah langka. Padahal flora ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dan direkomendasikan sebagai salah satu jenis tanaman reboisasi untuk memperbaiki atau merehabilitasi hutan maupun lahan.

Taksonomi Tanjung

Penulis: Sarah R. Megumi

Top