Teratai Air, Keindahan yang Muncul dari Lumpur

Reading time: 3 menit
teratai air
Teratai air (Nymphae). Foto: wikimedia.org

Teratai air (Nymphae) atau dalam bahasa Inggrisnya ‘Water lily’ adalah salah satu jenis tanaman hias yang mengapung di permukaan air. Teratai air sering kita jumpai di kolam-kolam yang sangat berlumpur (coklat). Walaupun tanaman ini hidup di kondisi yang berlumpur namun warna bunga yang dihasilkan akan terlihat semakin cerah dan terang tergantung pada tingkat kepekatan lumpur tersebut. Bila warna bunga putih maka akan lebih putih, bila warna merah maka akan semakin merah, sungguh unik bukan?

Penemuan terdahulu mengungkapkan bahwa teratai air merupakan tanaman air tertua yang hidup di bumi. Tanaman ini diperkirakan telah hidup pada jaman purba (umurnya mencapai lebih dari 100 tahun) dan ditemukan di wilayah Eropa pada jaman sebelum es.

Teratai air ini juga memiliki ukuran yang besar, daunnya seluas 4 kaki. Seiring terjadinya evolusi selama beberapa ribu tahun, mereka kemudian bermetamorfosis hingga ke ukuran yang ada seperti saat ini. Daun teratai air biasanya digunakan sebagai tempat berisitrahat populasi kodok. Adapun teratai air juga menyediakan makanan untuk ikan dan ekosistem sekitarnya.

Pada bunganya akan terbuka sepanjang hari seluas 12 inchi kemudian tertutup pada saat matahari terbenam. Namun ada juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa bunga mekar hanya beberapa jam saja, seperti mulai dari malam hingga ke pagi hari, atau pagi hingga tengah hari, sebelum matahari menjadi terik dan menyengat.

Menariknya bunga tanaman ini muncul hampir setiap minggu. Konon teratai air juga merupakan tanaman pembawa rejeki dan hoki, loh! Menurut Fengshui (ilmu topografi kuno dari Cina), teratai diyakini mampu mendatangkan kesejahteraan, kebahagiaan, dan suasana harmonis.

Meskipun orang awam sering menyamakan teratai air dengan tanaman air lainnya yaitu lotus, akan tetapi kedua tanaman ini sama sekali berbeda, baik secara genus maupun anatominya. Ciri-ciri yang mendasar untuk membedakan kedua tanaman itu antara lain, bunga pada teratai air mempunyai warna yang bervariasi sesuai lebarnya, sedangkan lotus hanya memiliki 3 warna (merah muda, putih dan coklat muda), dan biji dari lotus lebih besar dari teratai air. Pada daun, daun teratai air mempunyai struktur permukaan seperti lilin mengembang di permukaan air, sedangkan lotus mempunyai struktur seperti kertas dan daunnya yang besar akan mengapung diatas air.

Secara ilmiah teratai air juga berfungsi sebagai sarana alternatif yang murah, efektif dan efesien untuk mengurangi kadar bahan pencemar pada limbah domestik. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Universitas Diponegoro, limbah cair domestik merupakan masalah lingkungan yang perlu ditangani secara serius. Limbah cair domestik ini biasanya berasal dari aktifitas rumah tangga yang dampaknya dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Parwaningtyas dkk, dalam penelitiannya menggunakan teknologi fito-biofilm, yang merupakan salah satu alternatif tindakan pemulihan lingkungan. Teknologi fito-biofilm memanfaatkan penggunaan tumbuhan dan media biofilm sebagai filter biologis untuk menghilangkan dan menurunkan konsentrasi polutan.

Kebun Raya LIPI memiliki salah satu koleksi tanaman air yaitu Victoria amazonica (Poepp.) J.C. Sowerby atau disebut juga Teratai Raksasa. Berdasarkan situs Kebun Raya Bogor (krbogor.lipi.go.id), disinyalir tanaman ini berasal dari Amerika Selatan yang tumbuh di sepanjang aliran sungai Amazon. Victoria amazonica dapat tumbuh baik pada tanah yang kaya unsur hara dan mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup. Tanaman air ini dapat diperbanyak melalui bijinya dan dari bagian tanaman.

Ciri khas tanaman ini dapat dilihat dari ukuran daunnya yang lebar dengan garis tengah yang mencapai 3 m. Oleh karena itu, Victoria amazonica termasuk salah satu tumbuhan dengan daun terlebar di dunia. Bagian atas daunnya berwarna hijau, sedangkan bagian bawahnya berwarna merah marun. Tanaman ini juga memilik tangkai yang panjangnya mencapai 7 m, dengan jumlah daun 5 sampai 7 helai daun disetiap individu tanaman. Victoria amazonica mampu menahan beban hingga 10 kg atau setara dengan berat badan balita.

Menurut situs tersebut pula, tanaman berdaun lebar ini pun memiliki bunga berwarna putih yang biasanya berbunga di bulan Juli atau Agustus. Bunga ini akan mekar pada malam hari dengan mengeluarkan wangi yang dapat menarik perhatian kumbang yang masuk ke bagian dalamnya untuk melakukan penyerbukan, setelah itu bunga akan berubah warna menjadi merah muda dengan diameter sekitar 40 cm pada malam selanjutnya. Bunga yang mekar akan bertahan hingga 2 hari. Setelah itu bunga akan tertutup kembali dan masuk ke dalam air.

teratai air

Penulis: Sarah R. Megumi

Top