Kukusan kini kian digemari di tengah banyaknya makanan olahan industri. Tren positif ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi real food. Namun, apakah makanan kukus aman kita konsumsi setiap hari?
Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University, Ai Imas Faidoh Fatimah, mengatakan bahwa makanan kukus aman, bahkan dianjurkan dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan harian. Namun demikian, prinsip variasi dan keseimbangan zat gizi tetap perlu diperhatikan.
“Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar tidak hanya memberikan rasa kenyang dan mengikuti tren, tetapi juga mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh secara optimal,” ucap Ai melansir Berita IPB, Kamis (15/1).
Menurut Ai, berbagai jenis pangan dalam bentuk kukusan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Contohnya, jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi harian.
Pengolahan Dikukus Lebih Sehat
Sementara itu, Ai mengungkapkan bahwa metode pengolahan dengan cara dikukus atau direbus cenderung lebih sehat dibandingkan menggoreng. “Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak sehingga pangan menjadi lebih rendah lemak jenuh dan kalori,” ucapnya.
Suhu pengukusan yang relatif lebih rendah juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral. Sebab, bahan pangan tidak kontak langsung dengan air, kehilangan vitamin dan mineral menjadi lebih kecil.
Ai menjelaskan, sejumlah bahan pangan sangat diuntungkan jika diolah dengan teknik kukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang berfungsi sebagai sumber karbohidrat, sementara sayuran hijau dan berwarna cerah seperti brokoli, wortel, dan labu kuning kaya vitamin serta antioksidan.
Kacang-kacangan, seperti kacang tanah dan edamame, menjadi sumber protein nabati dan mineral, sedangkan jagung manis mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral. Telur juga termasuk bahan pangan yang cocok dikukus sebagai sumber protein hewani.
Sebagian besar bahan tersebut merupakan pangan lokal Indonesia. Selain mendukung pemenuhan gizi, pengolahannya dengan cara dikukus juga berkontribusi pada penguatan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































