Kandungan Tabir Surya yang Aman Bagi Tubuh

Reading time: 2 menit
Sunscreen
Foto: Shutterstock.com

Tabir surya atau sunscreen menjadi item yang wajib digunakan saat keluar rumah atau beraktivitas di luar ruang. Sunscreen dipercaya dapat melindungi kulit dari efek buruk sengatan matahari hingga penuaan maupun kanker kulit.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengimbau para produsen untuk membuat sunscreen yang mengandung bahan aktif grase atau diakui sebagai bahan yang aman dan efektif.

Sebuah pengujian terhadap tabir surya menunjukkan terdapat enam bahan aktif yang umum diserap ke dalam tubuh. Selama berhari-hari atau bahkan Mingguan, bahan tersebut bertahan dan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuh.

Baca juga: 5 Makanan Ini Dapat Melindungi Kulit dari Sengatan Matahari

Enam bahan kimia aktif dalam tabir surya terdiri dari avobenzone, oxybenzone, octocrylene, homosalate, octisalate, dan octinoxate. Bahan-bahan itu merupakan filter sinar ultraviolet yang melindungi dari sinar matahari berbahaya.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa beberapa bahan kimia aktif dapat mengganggu hormon. Pada beberapa kasus menyebabkan masalah kesuburan, kondisi buruk pada bayi yang lahir, hingga kemungkinan kanker.

Dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa konsentrasi oksibenzon dalam darah lebih dari 180 kali dalam satu kali pemakaian sunscreen. Hasilnya melonjak hingga lebih dari 500 kali  setelah empat hari digunakan secara teratur. Tiga minggu kemudian, tes darah terus menunjukkan tingkat oksibenzon yang lebih tinggi, meskipun pada awal penelitian nilainya jauh lebih rendah.

Sunscreen

Foto: Shutterstock.com

Efek kimia oksibenzon dapat memengaruhi perkembangan payudara, berat badan bayi lahir, dan fungsi sperma.

Nneka Leiba, Vice President of Healthy Living Science di Environmental Working Group memperingatkan konsumen bahwa bahan-bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya mungkin tidak aman bagi kesehatan.

Untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari tabir surya dapat dilakukan dengan menghindari matahari secara langsung, menggunakan pakaian yang memiliki Ultraviolet Protection Factor (UPF), dan menghindari radiasi ultraviolet sekitar pukul 11:00 hingga 16:00.

Baca juga: Memahami Dehidrasi pada Kulit

Alok Vij Dermatologist, Cleveland Clinic, Cleveland mengatakan bahwa sunscreen hanyalah satu bagian dari perlindungan sinar matahari. Untuk mencegah paparan berbahaya, masyarakat dapat membatasi pancaran sinar matahari terutama jika memiliki riwayat kesehatan melanoma.

Peneliti dari Universitas California Kanade Shinkan menyarankan untuk lebih teliti dalam mencari tabir surya. Kandungan berbasis mineral termasuk ke dalam kategori aman karena mengandung bahan seng oksida atau titanium dioksida. FDA juga mengatakan kedua bahan tersebut aman.

“Banyak formulasi yang hanya mengandung seng. Mereka kehilangan bagian dari spektrum UV. Sunscreen bermineral jika diformulasikan dan diterapkan dengan benar sangat efektif,” katanya.

Penulis: Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page