Pyrus, Kayu Alternatif dari Limbah Kombucha

Reading time: 2 menit
Kayu alternatif ini bersifat ramah lingkungan. Foto: James Dyson Award

Guna memerangi deforestasi dan melindungi keberadaan hutan hujan, tim peneliti dari Universitas Illinois berinisiatif untuk menciptakan kayu alternatif ramah lingkungan. Mereka telah menciptakan Pyrus, kayu buatan yang sepenuhnya terbuat dari limbah makanan. Adapun limbah makanan yang mereka gunakan yakni limbah kombucha.

“Kami menggunakan lapisan selulosa yang berasal dari limbah kombucha. Selulosa sendiri merupakan bahan utama yang kami gunakan untuk membuat kayu alternatif Pyrus,” tulis para peneliti dalam situs resmi mereka.

Untuk membuat Pyrus, langkah pertama yang harus tim peneliti lakukan yaitu mencampurkan bakteri dengan limbah makanan bersukrosa seperti buah-buahan dan roti sisa.  Campuran tersebut mereka didihkan hingga membentuk lapisan selulosa kombucha dan lapisan selulosa tersebut nantinya akan mereka keringkan dengan mesin dehidrator. Dalam proses ini, mereka membutuhkan bakteri khusus bernama Gluconacetobacter xylinus.

Tim peneliti menjelaskan bahwa terdapat dua komponen utama dalam kayu Pyrus ciptaan mereka, yakni selulosa dan lignin. Selulosa memberikan bentuk dan kerangka pada kayu, sedangkan lignin berfungsi sebagai perekat untuk seluruh komponen yang terdapat dalam kayu.

Kayu Alternatif Pyrus: Bebas Racun dan Kuat

Tidak seperti kayu pada umumnya, Pyrus merupakan kayu alternatif bebas minyak bumi dan diproduksi secara berkelanjutan. Selain itu, kayu tiruan ini juga bersifat bebas racun dan bebas zat aditif seperti pengawet dan pewarna. Kayu ini berwarna gelap dan warna tersebut berasal dari reaksi alami selulosa yang telah mengering.

Selain tidak mengandung bahan kimia berbahaya, kayu alternatif Pyrus juga memiliki daya tahan yang tinggi. Kayu ini memiliki tekstur yang padat, kuat dan bebas serpihan sehingga mudah untuk diolah kembali menjadi produk lainnya. Sejauh ini, kayu alternatif Pyrus telah dimanfaatkan kembali menjadi pick gitar dan aksesoris yang cantik.

“Kami akan terus mengembangkan Pyrus dan terus mencoba membuat kreasi baru dari kayu alternatif ciptaan kami. Besar harapan kami bahwa ke depannya penggunaan kayu alternatif akan semakin meningkat,” ujar tim peneliti. “Kami juga berharap bahwa produk kami dapat bekerja pada skala yang lebih besar seperti furnitur dan bahan bangunan.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi Pyrus

James Dyson Award

Top
You cannot copy content of this page