Uji Klinis Jahe Merah untuk Daya Tahan Tubuh Pasien Covid-19

Reading time: 2 menit
Jahe merah diklaim punya manfaat untuk kesehatan dan daya tahan tubuh. Foto: BRIN

Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan uji klinis terhadap produk suplemen herbal asli Indonesia, jahe merah untuk pasien Covid-19. Produk PT Bintang Toedjoe ini diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh seiring meningkatnya kasus Covid-19.

Jahe merah atau Zingiber officinale var. Rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih. Jahe Merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi dari jenis jahe lainnya.

Jahe merah sering dipakai sebagai bahan utama untuk pembuatan jamu. Beberapa penelitian menyebutkan kandungan dari jahe merah bermanfaat sebagai anti radang, anti bakteri dan dapat meredakan demam. Apalagi saat ini varian Omicron sangat cepat menular dan menjadi penyebab utama terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Masyarakat Indonesia telah menjadikan tradisi untuk memanfaatkan obat herbal guna menjaga daya tahan tubuh. Bahan herbal asli Indonesia tersebut antara lain, jahe merah, sambiloto serta empon-empon.

Kerja sama pelaksanaan uji klinik terhadap produk suplemen herbal PT. Bintang Toedjoe merupakan salah satu upaya penguatan ekosistem riset dan inovasi bersama BRIN. Kegiatan ini juga merupakan program pemberian fasilitasi riset dan inovasi kepada seluruh stakeholder.

Tahapan awal uji klinis, yaitu site initiation visit, pada Rabu (16/2) bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan suplemen herbal sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.

Penelitian ini untuk melihat efektivitas penggunaan suplemen herbal sebagai terapi pendamping bagi pasien yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan.

Jahe Merah Bahan Alami untuk Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal

Sementara itu Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menyatakan dukungannya pada PT Bintang Toedjoe. Perusahaan ini telah membuat produk yang bermanfaat bagi kesehatan berbasis kearifan lokal. Persiapan dan kerja sama uji klinis sebelumnya telah keduanya lakukan sejak akhir tahun 2020.

“Kerja sama ini menunjukkan upaya BRIN untuk penguatan riset obat berbasis biodiversitas lokal dan hililarisasinya untuk menjadi produk yang memenuhi standar dan regulasi yang berlaku,” katanya dalam keterangannya baru-baru ini.

Plt Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Mego Pinandito mengatakan, uji klinis ini untuk mengetahui khasiat dan keamanan dari suplemen herbal. “Uji klinik acak, terkontrol, tersamar ganda untuk mengevaluasi khasiat dan keamanan pemberian suplemen herbal sebagai terapi ajuan terhadap pengobatan standar pasien Covid-19 gejala rawat inap,” paparnya.

Kegiatan ini juga merupakan wujud dari salah satu dari delapan program utama dari BRIN untuk memberikan fasilitas riset dan inovasi kepada seluruh stakeholder.

“uji klinik ini adalah yang pertama dari program uji klinik BRIN yang secara menyeluruh tahun pertamanya pada tahun ini,” ujar dia.

Keberhasilan pelaksanaan uji klinik ini sambung Mego tak lepas dari dukungan beragam pihak, mulai dari PT Bintang Toedjoe, CRO, rumah sakit dan tim dokter yang bertugas sebagai peneliti uji klinik dan dukungan penuh dari periset-periset di Indonesia.

Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Fanny Kurniati memaparkan, sudah 10 tahun Bejo Jahe Merah turut serta menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

“Harapannya dengan uji klinis ini, Bejo Jahe Merah dapat berkontribusi lebih bagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia internasional,” imbuhnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page