Akebi, Buah Eksotis dengan Segudang Manfaat

Reading time: 2 menit
Akebi adalah buah eksotis asal Jepang. Foto: Inaturalist

Buah akebi (Akebia quinata) juga dikenal sebagai chocolate vine (anggur cokelat) atau akebia berdaun lima. Akebi termasuk salah satu buah eksotis asli Jepang yang penampilannya seperti markisa.

Selain itu, nama ilmiah buah akebi memiliki banyak sinonim, di antaranya Akebia micrantha, Rajania quinata, Akebia quinata f. albiflora, Akebia kuinat f. diplochlamys, Akebia quinata f. polyphylla, Akebia quinata f. viridiflora, dan Akebia quinata var. dyplomaty.

Berasal dari famili Lardizabalaceae beranggotakan 35 spesies dari 8 genus yakni Boquila, Holboellia, Lardizabala, Parvatia, Sinofranchetia, Stauntonia, Akebia, dan Decaisnea.

Buah akebi pertama kali naturalis Belanda Maarten Houttuyn deskripsikan secara ilmiah tahun 1779. Hal ini berdasarkan dari spesimen yang ahli botani di Jepang kumpulkan.

Selain itu, buah akebi termasuk tanaman yang tumbuh sangat lambat. Butuh waktu sekitar 3 tahun untuk dapat tumbuh lebat. Selain itu, harus menunggu lagi sekitar 2 tahun untuk dapat melihat pohon akebi berbunga.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Buah ini telah banyak dibudidayakan hingga muncul banyak varietas A. quinata. Perbedaan pada masing-masing varietas terlihat dari warna bunganya. Tanaman ini hidup merambat dan panjangnya berkisar antara 8 hingga 12 meter.

Tunas mudanya berwarna ungu kehijauan yang kemudian berubah menjadi cokelat. Daunnya berjumlah 5 helai, sehingga disebut juga akebia berdaun lima. Berbentuk lonjong atau elips dengan panjang 3-6 cm dan lebar 2-4 cm.

Bunganya bersifat dioecious. Tanaman bunga jantan dan bunga betinanya berbeda pohon. Bunga betinanya berwarna ungu tua dengan diameter sekitar 2,4 cm. Sedangkan bunga jantan berwarna merah muda dengan benang sari berwarna merah muda keunguan. Berdiameter lebih kecil dari bunga betina, yakni 1 cm saja.

Tetapi berkelompok dalam jumlah 3-7 bunga dan tergantung pada batang pendek. Melansir berbagai sumber, periode berbunganya sekitar bulan April hingga Mei.

Buah akebi beraroma pedas cokelat yang lembut. Buahnya berwarna ungu dengan diameter sekitar 3-4 cm dan panjangnya 5-8 cm. Bentuknya lonjong dan agak melengkung.

Pada wilayah beriklim sedang, musim berbuahnya sekitar bulan Juli hingga Agustus. Dalam buahnya terdapat banyak biji berwarna cokelat dan hitam berbentuk bulat telur dengan daging buah berwarna putih. Buah akebi memiliki rasa manis seperti melon dan aman untuk kita konsumsi.

Habitat dan Distribusi

Buah akebi tumbuh secara alami di wilayah beriklim subtropis. Di alam, tanaman ini biasa tumbuh di lereng pegunungan dengan ketinggian 300 – 1.500 meter di atas permukaan laut, tepi hutan, dan semak-semak dengan sungai.

Mereka tumbuh subur di area yang semi-teduh, namun buahnya tumbuh dengan baik pada area yang terbuka. Selain itu, tanaman akebi ini mampu bertahan hingga suhu -20°C. Dapat kita temukan di seluruh Jepang (kecuali Pulau Hokkaido), Korea Selatan, Korea Utara, dan China.

Pemanfaatan Tanaman Akebi

Hampir seluruh bagian tanaman akebi dapat kita manfaatkan sebagai bahan makanan ataupun obat-obatan herbal. Bagian daunnya, dapat kita gunakan sebagai bahan campuran salad, bahan teh (jika kita keringkan), dan campuran cuka herbal. Buah akebi memiliki rasa yang lezat dan bertekstur lembut, biasa menjdi bahan campuran jus buah.

Selain itu, kulit buahnya juga bisa menjadi keripik, namun rasanya sedikit pahit. Bagian batangnya yang sudah dikupas dan lentur dapat kita gunakan untuk membuat keranjang anyaman.

Di samping itu, tanaman akebi juga bisa kita manfaatkan sebagai obat infeksi saluran kemih, memperlancar menstruasi, dan meningkatkan laktasi.

Taksonomi Tanaman Akebi

Penulis: Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top