Mata Lele, Flora Air yang Berguna sebagai Pakan Ternak Alternatif

Reading time: 3 menit
Mata lele
Foto : Shutterstock

Pada Januari 2021 silam, masyarakat Pekalongan sempat digegerkan dengan fenomena banjir berwarna hijau. Setelah pakar selidiki, ternyata penyebab hijaunya air banjir tersebut ialah berlimpahnya tanaman Duckweed atau yang dikenal sebagai Mata Lele.

Mata Lele adalah sejenis daun dengan satu batang akar yang menempel di bagian bawahnya. Ia dinilai oleh para ahli memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga sering dimanfaatkan sebagai olahan pakan.

Bagi para ilmuwan, tumbuhan yang satu ini mereka kenal sebagai Lemna. Flora kosmopolitan (dapat hidup di mana saja) ini tumbuh subur di kawasan tropis, utamanya di daerah perairan tergenang.

Jika kita perhatikan secara seksama, bentuk tumbuhan lemna memang mirip seperti mata lele. Ia memiliki corak warna hijau yang terang dengan ukuran daun berkisar 6 – 8 mm saja.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Tanaman Mata Lele

Lemna merupakan salah satu tumbuhan air yang menduduki posisi penting dalam jarin-jaring kehidupan. Kehadirannya dibutuhkan oleh ikan sebagai tempat berlindung hingga mencari makan.

Tidak cuma itu, mata lele juga ahli sinyalir menjadi tempat pemijahan dan pengasuhan anakan. Ia menciptakan mikrohabitat bagi ikan, serta berguna untuk memperbaiki kualitas air dari polutan.

Sejatinya, masyarakat Indonesia sudah cukup mengenal tumbuhan yang satu ini. Ia memiliki sejumlah julukan di berbagai daerah misalnya Kiambang di Sumatera dan Ganggeng di Jawa Barat.

Bagi masyarakat Jawa, duckweed atau lemna akrab dengan panggilan Mata Iwak. Sedang di kawasan Lombok dan Nusa Tenggara, mereka dikenal sebagai tumbuhan Kembang Aik.

Ditinjau dari karakteristiknya mata lele tumbuh secara bergerombol, tidak mempunyai daun sejati dan batang, serta memiliki akar dan lapisan seperti daun yang berisi jaringan pengangkut nutrien.

Salah satu ciri yang paling terlihat dari Lemna adalah kemampuan tumbuhnya yang cepat. Mereka kuat terhadap semua kondisi cuaca, serta lekas berbiak pada perairan tenang dan minim angin.

Pertumbuhan dan Manfaat Tumbuhan Mata Lele

Melansir berbagai literasi, tanaman mata lele diketahui memiliki proses tumbuh yang cepat. Dalam sistem budidayanya, ia dapat menghasilkan panen sebanyak 10 – 30 ton per ha setiap tahunnya.

Jika kita hitung mulai dari pembibitan hingga berbiak, proses pertumbuhan duckweed hanya membutuhkan waktu sekitar 16 jam sampai 2 hari dengan suhu optimal dan matahari yang cukup.

Karena itu, banyak masyarakat yang tertarik membudidayakan tumbuhan ini untuk diambil manfaatnya. Merujuk laman Lipi.go.id, lemna berpotensi dijadikan sebagai alternatif pakan ternak.

Seperti yang kita ketahui, di kota-kota besar ketersediaan lahan produksi rumput sudah semakin menipis. Sehingga, pemanfaatan lemna sebagai pakan hijauan bagi hewan ternak sangat dibutuhkan.

Sebagai informasi, kandungan protein yang terdapat pada flora berordo Arales ini mencapai 40% dari berat keringnya. Ia juga memiliki serat kasar lebih rendah dibanding tanaman air lainnya.

Tekstur daun dan akar mata lele juga lebih lunak dan mudah dicerna. Sebab itu, olahan pakan tumbuhan ini cocok untuk beragam jenis hewan ternak seperti ayam, bebek hingga ikan.

Peran Tanaman Lemna dalam Pelestarian Alam

Berdasarkan Jurnal Teknologi Lingkungan (2018), dapat kita ketahui bahwa tumbuhan air mampu berperan sebagai agen fitoremediasi, akumulator logam berat dan bio filter pengolah lembah cair.

Fitoremediasi pakar definisikan sebagai pencuci polutan yang dimediasi oleh berbagai jenis tumbuhan termasuk pepohonan, rerumputan, serta tumbuhan air.

Pencucian sendiri diartikan sebagai penghancuran polutan menjadi bentuk yang tidak berbahaya. Karena itu, tanaman mata lele bisa kita sebut memiliki peran penting dalam pelestarian alam.

Kendati demikian, para pembudi daya tumbuhan ini juga perlu berhati-hati. Pasalnya jika populasi tanaman duckweed mengalami blooming, maka sifatnya bisa berubah menjadi gulma air.

Perlu kita ketahui, langkah kulturasi flora ini terhitung cukup murah. Anda tidak memerlukan media tanam khusus, sebab mereka dapat tumbuh pada air limbah yang mengandung unsur hara tinggi.

Taksonomi Mata Lele

Penulis : Yuhan Al Khairi

Sumber 1, Sumber 2, 

Top
You cannot copy content of this page