Pilea Microphylla, Spesies Gulma yang Ampuh sebagai Obat Ginjal

Reading time: 3 menit
Pilea Microphylla (Gulma Katumpangan). Foto: Ady Kristanto

Sejak dahulu kala, awam mengenal gulma sebagai tanaman liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman utama di lahan pertanian. Namun, saat ini ada pula jenis gulma yang cocok dijadikan flora budi daya karena berkhasiat bagi kesehatan, seperti Pilea microphylla.

P. microphylla merupakan sejenis gulma yang berasal dari keluarga Urticaceae. Ia tergabung dalam marga Pilea yang tumbuh subur di daerah tropis, subtropis, hingga kawasan beriklim hangat.

Berkat tampilannya yang unik, spesies gulma ini jamak publik pelihara sebagai tanaman hias. Ia akrab dengan sebutan Katumpangan, Akar Nasi, dan Jalu-Jalu Babudo bagi masyarakat Indonesia.

Secara internasional, Pilea microphylla publik kenal sebagai tanaman Rockweed. Di Amerika dan Hawaii, ia populer dengan julukan Artillery Plant, Baby Puzzle, Pistol Plant, serta Gun Powder Plant.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Pilea Microphylla

Jika kita perhatikan ciri fisiknya, berbagai spesies Pilea memang memiliki tampilan yang mirip. Mereka biasanya mempunyai tekstur daun yang tebal, dengan dominasi warna hijau yang pekat.

Merujuk laman Cybex.pertanian.go.id, dapat kita ketahui bentuk daun Pilea microphylla mirip seperti lambang hati. Kadar air di dalamnya tinggi dengan karakteristik tebal dan berwarna hijau.

Jika terkena matahari, permukaan daun terlihat indah dengan percikan cahaya mengilat. Hal ini disebabkan oleh lapisan lilin yang terkandung pada bagian atas daun katumpangan.

Batangnya sendiri mempunyai bentuk yang bulat dengan tinggi berkisar 10 – 40 cm. Sama seperti daunnya, bagian tersebut pakar identifikasi memiliki kandungan air yang cukup besar.

Tumbuhan yang tergolog dikotil ini mempunyai perakaran tunggang yang bercabang, sehingga tampak seperti perakaran serabut dengan dominasi warna yang agak keputihan.

Bunga Pilea microphylla memiliki bentuk seperti buah lada, ia tersusun dalam rangkaian bulir dengan panjang antara 1 – 5 cm. Bentuknya sendiri terlihat tegak dengan bagian ujung yang meruncing.

Perlu Anda ketahui, rockweed mempunyai buah dan biji yang berukuran sangat kecil. Buah tumbuhan ini berwarna hijau, sedangkan bagian bijinya cenderung berwarna kecokelatan.

Klasifikasi, Karakteristik dan Manfaat Pilea Microphylla

Pada dasarnya, gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan. Ia memiliki ciri khas pertumbuhan yang cepat, serta memiliki daya saing tinggi dalam memperebutkan faktor tumbuh.

Flora ini juga terkenal dengan toleransinya yang tinggi terhadap berbagai lingkungan. Ia dapat berbiak secara generatif atau vegetatif dengan alat perkembangbiakkan yang mudah tersebar.

Sampai saat ini, terdapat 600 – 715 spesies Pilea yang berhasil ahli temukan di seluruh dunia. Walau sangat banyak, hanya ada enam spesies yang pakar ketahui memiliki nilai ekonomi dan holtikultura.

Keenam spesies tersebut di antaranya Pilea cadierei, Pilea grandifolia, Pilea involucrata, Pilea peperomioides, Pilea nummulariifolia, dan tentunya Pilea microphylla.

Berdasarkan penelitian Agustina Tri Hapsari, dkk dari Universitas Diponegoro, daun katumpangan disebut-sebut mempunyai kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang cukup tinggi.

Berkat kandungan antibakteri, antioksidan dan antimikroba yang terdapat di dalamnya, jenis gulma yang satu ini sangat baik penderita ginjal, demam hingga pasien penyakit kulit konsumsi, lho!

Cara Mengolah Katumpangan sebagai Obat Herbal

Meski menyimpan beragam khasiat, manfaat Pilea microphylla baru dapat kita rasakan jika diolah secara benar. Karena itu, tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi flora yang satu ini, ya.

Bagi penderita demam, terdapat dua langkah pengolahan daun katumpangan yang bisa Anda coba, yakni dengan cara ditumbuk atau direbus menjadi minuman herbal.

Jika memilih untuk Anda tumbuk, daun yang telah halus dapat langsung kita tempelkan pada area dahi. Sedangkan dalam bentuk rebusan, ia juga berguna sebagai obat ginjal, kulit, dan pencernaan.

Agar tidak keliru, berikut cara pengolahan daun rockweed atau katumpangan:

  1. Ambil dua pohon tanaman Pilea microphylla berukuran 7 – 10 cm;
  2. Cuci bersih tanaman tersebut menggunakan air mengalir;
  3. Setelah bersih, rebus di dalam wadah berisi air sebanyak 300 ml;
  4. Jika sisa air tinggal satu gelas, hentikan proses perebusan; dan
  5. Konsumsi air rebusan tersebut sebanyak dua kali sehari.

Taksonomi Tumbuhan Pilea Microphylla

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page