Pohon Soga Hasilkan Pewarna Alami dan Berbunga Indah

Reading time: 2 menit
Pohon ini mampu merehabilitasi lahan kritis. Foto: Inaturalist

Dikenal sebagai penghasil bahan pewarna batik, Soga mempunyai nama ilmiah Peltophorum pterocarpum. Pohon Soga termasuk dalam suku polong-polongan (Fabaceae, atau Leguminosae) dan secara alami menyebar luas mulai dari Sri Lanka, Asia Tenggara, hingga Papua Nugini.

Pohon berbunga indah ini mempunyai banyak nama, mulai dari Yellow Flame Tree, Yellow Poinciana, dan Golden Flamboyant (Inggris). Lalu Jemerlang Laut dan Batai Laut (Malaysia), dan di Indonesia dikenal dengan nama Soga, Soga Jambal (Jawa) dan Kaju Jhuwek (P. Kawean) hingga Lalu Loëh (Rote).

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum Soga

Pohon

Tumbuhan berbunga anggun dan berwarna kuning ini mempunyai bentuk habitus pohon dengan ketinggian batang mencapai ukuran 50 meter dan diameter batang mencapai 70 sentimeter.

Batang

Adapun untuk batangnya berbentuk silindris, monopodial dengan cabang yang cukup tinggi. Kulit batang bagian luar bertekstur pecah-pecah bersisik berwarna kelabu kehitaman. Kulit batang bagian dalam berwarna merah jambu dengan ketebalan kulit 1,5 sentimeter.

Daun

Daun majemuk menyirip berganda. Panjangnya 6 hingga 16 inci dengan 5 hingga 11 pasang sirip. Daun penumpu kecil berbentuk garis dan lekas tanggal. Sedangkan anak daunnya 9 hingga 20 pasang pada sirip yang tengah. Bentuk daunnya lonjong, 0,5 hingga 0,7 × 0,3 inci. Ujung daun melekuk atau meruncing kecil. Pangkalnya sangat tak simetris; agak seperti kertas.

Bunga

Bunga berbentuk malai terminal. Tegak, besar, hingga 18 inci, dengan sumbu berambut beledu cokelat kemerahan. Diameter kuntum bunga sekitar 1,5 inci. Sedangkan mahkota kuning bergelombang, berambut cokelat di pangkalnya. Pada bagian benang sari berwarna kuning belerang dengan serbuk sari berwarna jingga.

Buah

Buah berbentuk polong, tapi jika tua maka berwarna cokelat merah keunguan. Setelah tua buah akan pecah dan biji terlempar ke luar.

Habitat dan Distribusi Penyebaran Soga

Habitat alami Soga di dataran rendah dan jarang ditemukan di atas ketinggian 100 mdpl. Soga kerap berada di sekitar pantai dan sisi belakang hutan bakau. Di Jawa, tumbuhan ini hidup liar di hutan-hutan jati dan padang ilalang.

Soga hidup di lingkungan tropis dengan satu hingga tiga bulan kering (kemarau) dengan kisaran curah hujan 1.500 – 4.500 milimeter per tahun. Soga dapat tumbuh hingga ketinggian 1.600 mdpl.

Manfaat Soga

Kulit batang bagian dalam bermanfaat sebagai pewarna alami untuk membuat batik tulis dengan warna yang khas yaitu warna cokelat kekuningan. Bagian kulitnya juga mengandung tanin sebanyak 17,7 %, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan penyamak kulit.

Kayu Soga mempunyai struktur serat yang halus, berwarna indah, dan cocok sebagai bahan pembuatan ukiran, konstruksi ringan dan perabotan rumah tangga. Cabangnya dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar yang baik.

Manfaat lain yang dapat diperoleh dari pohon Soga adalah sebagai upaya rehabilitasi lahan kritis. Selain itu dengan sistem tajuknya yang rimbun, Soga dapat bermanfaat untuk perindang jalan dan tanaman hias di taman.

Taksonomi Pohon Soga (Peltophorum pterocarpum)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page