Buah Kemang, Varietas Mangga Lokal yang Semakin Langka

Reading time: 3 menit
Foto : Shutterstock

Terkenal sebagai salah satu kawasan elit di Jakarta Selatan, kata ‘Kemang’ sejatinya diambil dari nama buah endemik asal Indonesia. Secara bentuk buah kemang (Magnifera kemanga) memang cukup mirip dengan mangga, cita rasanya masam serta berkhasiat bagi kesehatan.

Kemang adalah sejenis pohon buah yang tergabung dalam famili Anacardiaceae (mangga-manggaan). Ia berkerabatan dengan tanaman Binjai (Mangifera caesia), bahkan sering awam anggap sama.

Di Tanah Air, distribusi pohon Palong (kemang dalam dialek Kutai) memang cukup luas. Mereka tersebar mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan hingga Semenanjung Malaya.

Usut punya usut, dahulu kala pohon buah kemang banyak ditemukan di kawasan Jakarta Selatan. Atas dasar itulah nama flora tersebut pemerintah jadikan sebagai salah satu nama jalan di sana.

Ciri-Ciri dan Morfologi Buah Kemang

Jika kita perhatikan secara seksama, morfologi atau ciri fisik pohon buah kemang dan binjai memang sangat mirip. Hanya ada beberapa perbedaan yang dimiliki oleh kedua tanaman tersebut.

Umumnya, tanaman kemang dapat tumbuh setinggi 20 – 40 m. Pertumbuhan pohon ini tegak dan berbatang bulat dengan diameter 80 – 100 cm. Kulit batang pecah-pecah dan berwarna abu-abu

Bentuk daunnya sendiri lanset atau lengkung lancip dengan panjang rerata mencapai 10 – 15 cm. Lebar daun kemang antara 3 – 15 cm, tangkainya bulat, tebal serta memiliki panjang 1 – 5 cm.

Berbeda dengan buah binjai, tulang daun palong dapat tumbuh sebanyak 18 – 30 pasang. Permukaan daun atas tampak berwarna hijau tua dengan tampilan buah yang berbentuk elips.

Panjang buah kemang rerata mencapai 12 – 16 cm dengan lebar antara 6 – 10 cm. Saat musim panen, tanaman ini mampu menghasilkan dua jenis buah yaitu kemang manis dan masam.

Kemang manis biasanya memiliki ciri fisik lebih kecil dan berwarna kehijauan, sedang kemang masam mempunyai ukuran lebih besar dengan warna kulit kuning pekat.

Berdasarkan deskripsi di atas, tidak salah rasanya jika pohon kemang publik sebut mirip dengan binjai. Keduanya memiliki aroma yang khas, tidak menyengat dengan daging buah berserat kasar.

Habitat dan Penyebab Langkanya Buah Kemang

Sangat disayangkan, pada saat ini kita hanya bisa mengenal buah kemang sebagai salah satu nama daerah saja. Pasalnya, eksistensi tanaman tersebut pakar ketahui semakin menipis di habitatnya.

Magnifera kemanga kini tergolong sebagai tanaman langka. Pada dahulu kala, ia sering masyarakat tanam di sekitar area pekarangan rumah serta dibudidayakan sebagai komoditi komersial.

Banyak faktor yang menyebabkan tergerusnya pohon kemang di Nusantara. Melansir jurnal Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati, salah satu penyebabnya ialah alih fungsi lahan.

Aktivitas deforestasi untuk pembukaan lahan pemukiman dan perindustrian begitu masif di Indonesia. Hal ini menyebabkan habitat buah kemang menjadi rusak dan semakin langka.

Secara garis besar, pohon palong tumbuh subur di sekitar dataran rendah antara 400 – 800 mdpl. Mangga jenis ini cukup kuat terhadap penggenangan, serta kerap dijumpai di dekat tepian sungai.

Meski sulit kita temukan di Jakarta, nyatanya pohon buah ini masih banyak publik budidayakan di sekitar Kabupaten Bogor. Ia cukup digemari bahkan menjadi flora identitas bagi daerah tersebut.

Manfaat Buah Kemang bagi Kesehatan

Buah kemang memiliki aroma yang khas dan menggugah selera, sehingga tidak heran jika jenis buah ini kerap masyarakat manfaatkan sebagai olahan pangan seperti jus, sirup, asinan dan sebagainya.

Menurut pakar, buah dari pohon tersebut juga kaya kandungan vitamin C dan B1. Karena itu mengonsumsi buah ini sangat ahli anjurkan karena memiliki khasiat, seperti:

  • Menyehatkan pencernaan;
  • Meningkatkan stamina dan energi;
  • Meningkatkan fungsi ginjal;
  • Memperbaiki kesehatan tulang;
  • Menambah asupran protein;
  • Memperbaiki sel dalam tubuh; dan
  • Meningkatkan fungsi otak manusia.

Perlu Anda ketahui, daun kemang cukup populer sebagai lalapan di daerah Jawa Barat. Batang pohonnya yang kuat juga kerap awam manfaatkan sebagai kayu mebel dan industri properti.

Taksonomi Magnifera Kemanga

Penulis : Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page