Kaktus Medusa, Flora Endemik Meksiko yang Unik

Reading time: 3 menit
Di alam liar flora ini semakin terancam. Foto: Shutterstock

Kaktus merupakan salah satu spesies tumbuhan yang mengagumkan. Selain dapat hidup di tanah tandus, tanaman ini juga memiliki tampilan yang unik. Seperti kaktus medusa misalnya, tanaman tersebut memiliki batang bercabang yang terlihat seperti rambut Medusa.

Kaktus medusa mempunyai nama ilmiah Astrophytum caput-medusae. Tanaman sukulen ini berasal dari sub-keluarga Cactoideae, sehingga tergolong ke dalam kelompok kaktus terbesar yang ada di dunia.

Bukan ukurannya, Cactoideae merupakan famili kaktus dengan anggota terbanyak. Kelompok ini mendominasi 80 % populasi kaktus di dunia, bahkan persebarannya hampir dapat ditemukan di seluruh daerah.

Sedangkan Medusa adalah makhluk metologi Yunani berwujud wanita dengan rambut ular. Mitosnya, siapapun yang menatap mata medusa secara langsung, maka orang tersebut akan berubah menjadi batu.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kaktus Medusa

Di samping nama nyentriknya, daya tarik kaktus medusa terletak pada batang atau tuberkel kaktus tersebut. Bagian itu mirip seperti tentakel dengan ukuran yang tidak terlalu panjang, yakni mencapai 190 mm.

Lebar turbekelnya pun hanya berkisar 2–5 mm. Berbentuk silinder atau segitiga saat muda, bagian tersebut umumnya mempunyai warna hijau keabu-abuan serta dihiasi oleh duri-duri kecil sepanjang 1–3 mm.

Duri spesies A. caput-medusae biasanya muncul saat tanaman berusia tua. Penampilannya semi-tegak, kaku dan kasar, dengan corak warna keputihan di bagian bawah tapi cokelat gelap pada bagian atas.

Selain turbekel, salah satu keunikan dari kaktus ini adalah bunganya. Tumbuhan tersebut dapat menghasilkan bunga kuning dengan dasar oranye, yang tumbuh pada bagian bawah turbekel ketika muda.

Terdapat bagian buah berwarna hijau saat kaktus secara aktif tumbuh. Bijinya cukup besar dengan ukuran mencapai 3 mm. Biji itu umumnya berwarna cokelat kehitaman, serta dapat dimanfaatkan sebagai bibit.

Habitat dan Populasi Kaktus Medusa

Tidak seperti spesies Cactoideae lain, kaktus medusa hanya dapat kita temukan di satu wilayah saja. Tumbuhan ini berasal dari wilayah Neuvo León di Meksiko, tumbuh secara endemis di daerah dataran rendah.

Di habitatnya, tanaman berordo Caryophyllales itu tumbuh di ketinggian 100–200 meter di atas permukaan laut. Mereka ditemukan di antara semak belukar, tepatnya di kawasan yang teduh atau berkanopi.

Melansir IUCN Red List, status konservasi spesies A. caput-medusae berada pada kategori “critically endangered” atau terancam kritis. Tren populasinya merosot tajam akibat pertumbuhan yang sangat terbatas.

Bukan cuma itu, habitat kaktus medusa merupakan lokasi bagi warga lokal mencari pakan ternak. Aktivitas ini sering kali merusak tumbuhan tersebut, sehingga memperkecil angka populasinya di alam liar.

Tak dapat diketahui bagaimana status perlindungan dari flora tersebut. Namun menurut penelitian, salah satu pemicu kepunahan kaktus indah ini adalah pemanenan secara besar-besaran oleh kolektor tanaman.

Manfaat dan Jenis-Jenis Kaktus Medusa

Secara umum, kaktus medusa tentu saja bermanfaat sebagai tanaman hias. Dengan penampilannya yang elok, tumbuhan ini dapat dijadikan sebagai penghias rumah dengan perawatan yang tidak terlalu sukar.

Namun mengingat populasinya yang makin menipis, memelihara flora tersebut agaknya bukan tindakan yang tepat. Kecuali mereka dipelihara untuk perkembangbiakkan dan memperbanyak populasinya.

Sebagai informasi, genus Astrophytum sejatinya memiliki enam anggota kaktus. Selain A. caput-medusae, genus ini juga membawahi spesies A. asterias, A. capricorne, A. coahuilense, A. myriostigma, dan A. ornatum.

Begitu pula dengan A. caput-medusae, kaktus ini setidaknya mempunyai satu anak jenis. Subspesies atau anak jenisnya tersebut ditemukan di habitat yang sama, tetapi mempunyai ciri fisik yang cukup berbeda.

Subspesies A. caput-medusae f. nudum dapat ditandai dari turbekelnya yang polos atau tidak ditumbuhi banyak duri. Warna hijau pada kaktus tersebut juga lebih gelap, tetapi dengan corak yang tampak mengkilap.

Taksonomi Astrophytum Caput-medusae

Penulis : Yuhan al Khairi

Top