7 Makanan Pemicu Radang Sendi yang Harus Dihindari

Reading time: 2 menit
radang sendi
Foto: Shutterstock.com

Radang sendi atau arthritis merupakan suatu kondisi kesehatan ketika persendian pada tubuh mengalami peradangan kronis. Selain dapat menyebabkan rasa nyeri pada bagian persendian, arthritis juga dapat menyebabkan nyeri pada tulang dan bagian tubuh lainnya. Radang sendi sendiri terdiri dari dua jenis, yakni osteoarthritis yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan sendi, dan rheumatoid arthritis (RA) yang disebabkan oleh autoimun.

Seorang nutrisionis dari Stony Brook University School of Medicine Amerika Serikat, Jillian Kubala, MS, RD, menyebutkan bahwa terjadinya peradangan sendi dapat dipicu oleh beberapa faktor, dan makanan adalah salah satunya. Berikut adalalah beberapa jenis makanan pemicu radang sendi yang perlu kita hindari.

1. Gula, Si Manis Pemicu Radang Sendi

Bukan rahasia lagi jika mengonsumsi gula dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu terjadinya berbagai penyakit, termasuk radang sendi RA. Menurut sebuah studi yang terbit dalam jurnal Nutrition & Diabetes Vol. 6 No. 199 pada tahun 2016, orang yang gemar minum minuman manis seperti sirup dan soda memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk terserang radang sendi.

2. Dapat Memicu Radang Sendi, Kurangi Konsumsi Daging Merah dan Daging Olahan

Sebuah penelitian pada tahun 2019 menunjukkan bahwa daging merah dan daging olahan memiliki penanda inflamasi tingkat tinggi seperti interleukin-6, protein C-reaktif, dan homosistein. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena radang sendi. Selain itu, terdapat juga sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa sebanyak 217 orang mengalami gejala RA yang lebih parah setelah rutin mengonsumsi daging merah.

3. Hindari Radang Sendi dengan Mengonsumsi Makanan Bebas Gluten

Gluten merupakan sekelompok protein yang biasanya terkandung dalam gandum dan jelai. Karin de Punder, seorang peneliti dari University of Girona Spanyol, menemukan fakta bahwa seseorang yang melakukan diet bebas gluten selama satu tahun memiliki risiko lebih kecil untuk terserang radang sendi. Maka dari itu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gluten dalam jumlah yang banyak jika ingin terhindar dari serangan arthritis.

4. Makanan Ultra Proses

Makanan ultra proses seperti makanan cepat saji dan sereal biasanya kaya akan beragam bahan tambahan, misalnya seperti gula tambahan, pengawet, dan juga pewarna. Seluruh bahan tambahan tersebut berpotensi menyebabkan peradangan dan dapat memperburuk gejala radang sendi. Selain dapat meningkatkan risiko peradangan, makanan ultra proses juga dapat memicu munculnya penyakit yang lain seperti obesitas dan serangan jantung.

5. Alkohol

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Flourish, mengonsumsi alkohol dapat memicu terjadinya radang sendi. Selain itu, alkohol juga dapat memperburuk gejala arthritis karena ia akan menimbulkan efek yang tidak baik jika bercampur dengan obat antiinflamasi. Menggabungkan alkohol dengan obat-obatan pereda nyeri sendi seperti ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan tukak lambung dan pendarahan.

6. Minyak Nabati Tertentu

Minyak nabati dengan kandungan omega-6 dan omega-3, jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, tentunya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun jika kita mendapatkan asupan minyak omega-6 dan omega-3 dalam jumlah yang tak seimbang, minyak tersebut dapat memicu terjadinya osteoarthritis dan RA. Upayakan untuk mendapatkan asupan omega-6 dan omega-3 dalam jumlah yang cukup guna terhindar dari arthritis.

7. Makanan Tinggi Garam

Tak hanya makanan tinggi gula, mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi pun dapat meningkatkan risiko kita untuk terserang arthritis. Makanan tinggi garam seperti udang, keju, dan daging olahan dapat memicu terjadinya radang sendi yang disebabkan oleh autoimun. Sebuah penelitian pada 18.555 orang menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya RA.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Healthline

Top
You cannot copy content of this page