Ari Lesmana: Inspirasi dari Alam Dukung Proses Bermusik

Reading time: 2 menit
Ari Lesmana: Inspirasi dari Alam Dukung Proses Bermusik
Ari Lesmana: Inspirasi dari Alam Dukung Proses Bermusik. Foto: Muhammad Ma'rup.

Vokalis Grup Musik Fourtwnty, Ari Lesmana, memiliki kesan tersendiri terhadap alam. Alam kerap memberi kelancaran tiap dirinya bermusik. Hal tersebut terlihat dalam unggahan terakhir video di akun youtube pribadinya. Ari memilih taman kecil bernuansa hijau sebagai tempatnya bernyanyi.

Ari mengaku tidak mempermasalahkan tempat untuk merekam atau bermain musik. Begitu juga saat membawakan ulang “Sedih Tak Berujung”. Baginya, merekam lagu di alam atau studio sama saja. Tapi, Ari tidak bisa memungkiri dalam beberapa kesempatan, alam mendukungnya bernyanyi. Juga dalam proses produksi.

“Ini session keempat Sedih Tak Berujung. Kalau record di studio kayak ada gitu masalahnya. Malah ketika bikin di alam ini tidak ada troublenya. Aku merasa Glenn merestui alam untuk menyokong apa yang aku bikin. Tapi pemilihan alam juga sebenarnya tidak ada hubungannya dengan feel saat bernyanyi. Lebih ke support orang-orang dalam produksi ini juga,” jawab Ari kepada Greeners.co, beberapa saat usai merekam lagu mendiang Glenn Fredly, Rabu (11/11/2020). 

Menjaga Alam dengan Hal-hal Sederhana

Ari menilai segala jenis seni, termasuk musik, memiliki hubungan yang kuat dengan alam. Alam, lanjut dia, bisa menginspirasi proses berkarya. Ari menyebut lagu “Puisi Alam” dari Fourtwnty juga terinspirasi dari interaksinya di alam. Alam jadi media untuk menyampaikan hubungan antara sesama manusia.

“Puisi Alam ceritanya sesimpel berbagi logistik di atas gunung. Jadi ketika di atas gunung semua lebih berbagi dan tidak melihat latar belakang orang itu. Jadi kita bareng-bareng bisa struggle. Itu hal menarik,” ucapnya.

Meski menyenangi alam, Ari tidak menjadikan alam sebagai tempat menepi untuk membuat karya. Proses bermusik bagi Ari justru tercipta atas sesuatu yang tiba-tiba atau dadakan. Ari pun mengaku dia tidak pernah merencanakan pergi ke alam untuk sengaja membuat lagu.

“Cuma tanpa dipungkiri ada beberapa hal menyenangkan kalau ada dalam musik. Aku lebih suka yang dadakan. Jadi ngga aku ke suatu tempat bikin lagu, malah justru ketika sesuatu direncanakan lebih kaku,” jelasnya.

Secara pribadi, Ari lebih memilih menjaga hubungannya bersama alam dengan hal-hal sederhana. Baginya, kepedulian terhadap alam atau lingkungan tidak melulu melalui aktivitas besar. Selama hubungan terjaga, alam punya cara menjaga untuk menjaga diri.

“Kalau aku sesimple ini menjaga hubungan kita dengan alam itu, dasarnya jangan buang sampah sembarangan. Ketika dasar sudah dilakukan, alam punya cara menjaga dirinya sendiri,” ungkapnya.

Ari Lesmana: Inspirasi dari Alam Dukung Proses Bermusik

Ari Lesmana menggemari ikan cupang sebelum pandemi Covid-19. Foto: Muhammad Ma’rup.

Baca juga: Berhias dengan Jam Tangan Glamor dari Sampah Plastik

Ari Lesmana: ‘Ikan Cupang Representasikan Kepribadianku’

Lebih jauh, Ari menceritakan dirinya memiliki kesenangan terhadap ikan cupang. Warna-warni ikan cupang, bagi Ari, mewarnai hidup yang terlalu abu-abu.  Selain itu, ikan cupang juga bisa bertahan hidup lebih lama dengan perawatan yang tidak merepotkan. Sedikit banyak, ikan cupang juga merepresentasikan kepribadian Ari.

“Iya mungkin (ikan cupang) bisa juga kalau itu merepresentasikan kepribadian aku juga,” terangnya.

Kesenangan Ari terhadap ikan cupang sudah sejak lama, sebelum ikan cupang marak masyarakat pelihara selama pandemi Covid-19. Kesenangannya terhadap ikan cupang juga sebatas peliharaan, tidak untuk diperjual belikan. Begitu juga dengan salah seorang personel Fourtwnty yang memelihara ikan lohan juga tidak berorientasi uang.

“Salah satu gitarisku memang main lohan, punya peternakan, belajar segala macam. Memang, ada yang dijual-belikan. Tapi, balik lagi itu kegiatan sosial yang tidak diekspos, kalau kalian main ke peternakannya, pasti dikasih, kok. Jadi tidak mesti berorientasi uang,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ma’rup

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page