Mengulik Peristiwa Alam Melalui Mitos

Reading time: 3 menit
Mitos
Fragmen dokumenter The Untold Story of Java Southern Sea. Foto: Kanal Youtube Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Judul: The Untold Story of Java Southern Sea

Genre: Dokumenter

Durasi: 22 menit 51 detik

Sumber: Kanal Youtube Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Cerita tentang ledakan gunung api atau tsunami yang amat dahsyat di masa lampau mungkin sering kita peroleh dari buku, penuturan orang lain, atau media sosial. Biasanya peristiwa lampau tersebut juga diketahui langsung dari kejadian alam yang terbentuk saat ini atau dari catatan para peneliti. Namun, apakah kamu tahu bahwa terdapat suatu ilmu yang juga melacak keberadaan peristiwa alam melalui kisah-kisah mitos?

Geomitologi merupakan ilmu yang mempelajari kisah-kisah mitos dan dikaitkan dengan peristiwa alam. Mitos-mitos yang ada dinilai kerap menyimpan informasi tentang suatu peristiwa pada masa lalu. Tak jarang suatu kepercayaan juga mengungkap cerita lama yang sebenarnya adalah sebuah kejadian nyata. Apa yang dilihat orang pada masa sekarang dan orang di masa lampau mungkin saja sama, tetapi karena keyakinan dan ideologi berbeda, maka penyampaian atau ceritanya pun tak sama.

Dalam film dokumenter The Untold Story of Java Southern Sea, diceritakan bahwa sepanjang pantai Pulau Jawa pernah terjadi tsunami yang sangat besar pada masa lalu. Eko Yulianto, Ahli Paleotsunami dari Lembaga Ilmi Pengetahuan Indonesia (LIPI) menginformasikan jejak tsunami melalui penggalian deposit tsunami dan melacak keberadaan bencana tersebut melalui ilmu geomitologi.

Mitos

Fragmen dokumenter The Untold Story of Java Southern Sea. Foto: Kanal Youtube Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Salah satunya cerita Nyi Roro Kidul yang dianggap sebagai metafora dari kejadian sebenarnya bahwa gelombang tersebut memang benar terjadi. Selain itu pada 1584-1586, dalam dua tahun terjadi 3 letusan gunung api dan dua gempa besar yang mengguncang seluruh Pulau Jawa. Dalam mitologi Yunani kejadian gempa dan tsunami kerap dikaitkan dengan Poseidon, dewa penguasa laut. Seperti halnya Poseidon, di selatan Jawa terdapat legenda Nyi Roro Kidul yang sampai saat ini dinilai sebagai sebuah legenda. Tak hanya di Indonesi, bahkan di seluruh dunia cerita yang terkait dengan mitos akan ditemui.

Bumi mempunyai siklus untuk peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya seperti letusan gunung, tsunami, banjir, dan gempa. Dengan ini, manusia pada zaman dulu dianggap melihat siklus tersebut, hanya saja berbeda dengan saat ini. Mereka menafsirkan cerita terhadap apa yang mereka percaya.

Konsep yang digunakan dalam mitos adalah sebuah metafora yang wujudnya menjadi cerita karena dipengaruhi kepercayaan masyarakat pada saat itu. Jika seorang peneliti dapat mengungkap keterkaitan dari cerita tersebut dan menemukan inti cerita di dalamnya, akan diketahui bahwa itu adalah sebuah peristiwa alam yang terjadi di masa lalu. Peristiwa terdahulu tersebut bisa jadi menyimpan pesan-pesan untuk masyarakat saat ini.

Gunung Merapi

Foto: Kanal Youtube Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Minim Catatan

Siklus gempa, tsunami, dan peristiwa alam lainnya terjadi sekitar ratusan bahkan ribuan tahun. Namun, pada kejadian yang terjadi ratusan bahkan ribuan tahun lalu tersebut tidak ada catatan-catatan terkait. Sebaliknya, yang ada hanyalah cerita rakyat, mitos, dan legenda yang bisa saja menceritakan kejadian dengan latar belakang kepercayaan masyarakat pada saat itu.

Dengan membuka inti dan menafsirkan cerita dari sudut pandang akademis diharapkan dapat menggunakan cerita, mitos, atau legenda untuk membangun kesadaran masyarakat tentang adanya ancaman bencana. Hal ini juga diharapkan dapat membangun kepedulian warga untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut sehingga kerugian atau korban dapat dikurangi.

Bencana adalah jalan Sang Pencipta untuk membangkitkan kesadaran. Inti dari bencana bukanlah kesakitan, kepedihan, atau penderitaan. Ia adalah sebuah cermin besar yang disediakan yang membangkitkan kesadaran tentang masih banyaknya noda yang mengotori wajah-wajah peradaban.

Penulis: Mega Anisa

Top
You cannot copy content of this page