Ide
Walaupun kehadirannya dapat menyejukkan ruangan, namun Air Conditioner (AC) merupakan salah satu benda yang menyumbang polusi udara. Barang yang ada di tiap gedung perkantoran dan rumah ini, ternyata dapat tergantikan dengan inovasi baru. Peneliti Purdue University, Amerika Serikat, menciptakan cat putih yang dapat menjaga suhu hingga 18 derajat Fahrenheit lebih dingin dibandingkan lingkungan sekitarnya, tanpa menghabiskan energi.
Empat mahasiswa asal Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, tidak ketinggalan mendayagunakan pelepah pisang. Mereka adalah Adindra Maharsi K. Astuti, Danny Hidayat, Vincent Fanuel Gedalya, dan Patricia P. Noviandri. Kali ini, pelepah pisang mereka sulap menjadi peredam suara.
Mode yang berasal dari tumbuhan merupakan hal yang lumrah. Bagaimana dengan pakaian dari limbah makanan? Itu baru penemuan anyar. Alumni Univeristy of Toronto, Kanada, Avneet Ghotra dan rekannya Myra Arshad melakukan eksperimen laboratorium untuk menciptakan pakaian dari limbah makanan.
Bahan bangunan umumnya menggunakan batu bata dari tanah liat yang dibakar. Namun, bagaimana jika rumah Anda terbuat dari batu bata yang berbahan dasar urine? Saya dapat pastikan, batu bara urine tidak seburuk yang Anda bayangkan. Meskipun terdengar menjijikkan, ternyata urine bisa bermanfaat menjadi bahan bangunan, sekaligus menjadi solusi untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Sebelum mengenal pewarna sintetis, bangsa Indonesia telah memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan menjadi pewarna alam secara turun temurun. Hal ini menginspirasi Annisa Ayuningtias dan Aldi Hendrawan, mahasiswa Universitas Telkom, Bandung. Mereka mencipatkan cat tekstil berbahan dasar kunyit. Cat tekstil ini kemudian mereka aplikasikan dengan teknik lukis pada produk fesyen.
Penggunaan bahan bakar fosil yang terus merusak bumi membuat dua peneliti muda Surabaya prihatin. Mereka adalah mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Handy Rifaldin dan Marita Nilam. Duo peneliti muda ini kemudian mengembangkan alternatif pembuatan bioetanol dengan menggunakan buah salak.
Pot organik yang diciptakan terbuat dari serat kelapa sawit. Berasal dari bahan alami, nantinya pot organik ini dapat terurai secara alami dan dapat langsung di tanam dalam tanah sehingga dapat menambah kandungan bahan organik yang terdapat pada tanah.
Yernisa dan Fera Oktaria, duo alumni Universitas Jambi menawarkan solusi wadah makanan sekali pakai yang ramah lingkungan. Mereka merancang ide wadah dari pelepah pinang.
Tidak hanya dagingnya, sebagian besar bagian dari ayam dapat dimanfaatkan. Mulai dari kulit hingga telurnya. Meski begitu, dalam proses pemotongan, ayam masih meninggalkan sisa limbah. Seperti air bekas cucian ayam, darah hasil pemotongan, dan bulu ayam.
Melihat tingginya potensi limbah spanduk di Tanah Air, Aditya Redja Kusuma dan Ratna Puspitasari terinspirasi menggunakan limbah spanduk dalam penelitian mereka. Mahasiswa Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya ini mengaplikasikan limbah spanduk sebagai produk dekorasi ruangan.
Menambah daftar alat modern yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, kali ini mahasiswa asal Universitas Dinamika, Surabaya merancang gawai pelipat baju otomatis.
Peniliti dari Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kemas Ridhuan, melihat kesempatan dalam absennya proses pengolahan limbah cair industri tahu.
Dalam penelitiannya, Puguh Amin Murtado dari Universitas Dinamika, menciptakan meja berkonsep space saving berbahan limbah ampas tebu.










































