Alternatif Peredam Suara dari Limbah Pelepah Pisang

Reading time: 2 menit
Alternatif Peredam Suara dari Limbah Pelepah Pisang
Alternatif Peredam Suara dari Limbah Pelepah Pisang. Foto: Shutterstock.

Siapa yang tidak tahu pohon pisang? Tumbuhan dengan daun lebar ini banyak tumbuh di berbagai tempat, khususnya di Indonesia yang memiliki iklim tropis. Tidak sekadar banyak dalam kuantitas, masing-masing bagian dari tumbuhan ini juga masyarakat manfaatkan. Di antaranya, masyarakat biasa mengolah buah pisang menjadi banyak makanan lezat, dan daun pisang sebagai wadah atau pembungkus. Tidak berhenti di situ, kini masyarakat juga melirik pelepah pisang.

Empat mahasiswa asal Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, tidak ketinggalan mendayagunakan pelepah pisang. Mereka adalah Adindra Maharsi K. Astuti, Danny Hidayat, Vincent Fanuel Gedalya, dan Patricia P. Noviandri. Kali ini, pelepah pisang mereka sulap menjadi peredam suara. Peredam suara yang biasanya terbuat dari karpet, busa, atau papan awamnya pedagang banderol dengan harga yang cukup mahal. Peredam suara dari pelepah pisang mereka harap dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan.

Dalam artikel yang berjudul “Pelepah Pisang Sebagai Alternatif Material Dalam Mengurangi Suara”, para peneliti mengungkapkan salah satu alasan pengusaha membutuhkan peredam suara yakni karena mobilitas saat ini cukup tinggi, sehingga dapat minumbulkan hal negatif. Misalnya, kebisingan yang dapat menggangu ketentraman masyarakat satu dan lainnya.

Baca juga: Alat ini Menyaring Microfiber Berbahaya dari Mesin Cuci

Pelepah Pisang, Upaya Menghadirkan Peredam Suara yang Terjangkau

Namun, harga peredam suara yang mahal mengakibatkan tidak semua kalangan masyarakat dengan mudah mendapatkan akses. Karena itu, menurut keempat mahasiswa tersebut, pelepah pisang berpotensi sebagai peredam suara karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan peredam suara yang ramah lingkungan dan ekonomis.

“Pelepah  pisang  dipilih  karena  material  tersebut  setelah dikeringkan akan memiliki tektur berpori (berongga), selain itu pohon pisang memiliki siklus pertumbuhan yang relatif  cepat  sehingga  mempermudah  dalam  mendapatkan  material  utama  dari  penelitian  ini.  Pelepah  pisang mudah didapat di Indonesia dengan harga yang murah,” tulis Adindra, dkk.

Ada beberapa langkah untuk mengubah pelepah pisang menjadi peredam suara. Pertama, peneliti mengeringkan pelepah pisang guna mendapatkan rongga udara. Setelah itu, peneliti memotong pelepah pisang searah vertikal dengan lebar 5 centimeter. Kemudian, pelepah pisang mereka gulung dengan ketebalan 0,7 cm hingga 1,4 cm. Selanjutnya, pelepah pisang yang telah disesuaikan dengan ukuran tersebut kemudian dianyam berbentuk persegi.

Nantinya kerapatan dan ketebalan anyaman berpengaruh terhadap pereduksi suara karena semakin rapat dan tebal sempel, maka semakin kedap ruangan tersebut. Penggunaan material alami seperti limbah pelepah pisang ini juga dapat membantu mengurangi limbah yang terbuang dan mencemari lingkungan selain itu juga dapat mengurangi biaya untuk pembuatan peredam suara yang akan mahal harganya jika menggunakan material fabrikasi.

Penulis: Krisda Tiofani

Editor: Ixora Devi

Top