Helm Pembaca Gelombang Otak Untuk Memetakan Lokasi Bagi Pesepeda

Reading time: 2 menit
Arlene Ducao mengenakan helm MindRider hasil inovasinya. Foto: ©Spencer Lowell/www.wired.com

Aplikasi untuk memudahkan pengendara kendaraan roda empat sudah banyak. Salah satu aplikasi tersebut berfungsi mengabarkan jalur kemacetan yang datanya diambil dari testimoni pengendara kendaraan lain. Namun, bagaimana dengan aplikasi untuk para pengendara sepeda? Adakah aplikasi khusus untuk mereka yang menggunakan moda transportasi sepeda?

Di Manhattan, New York, seorang perempuan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat memberikan info kenyamanan bersepeda. Yang unik dari aplikasi ini adalah teknik pengumpulan datanya. Pesepeda lah yang merangkum data kenyamanan bersepeda di Manhattan.

Perempuan tersebut bernama Arlene Ducao. Ia menciptakan MindRider Map yang dibuat dengan cara mengumpulkan data gelombang otak pesepeda melalui helm yang dipakai pesepeda. Caranya, helm tersebut dipasangi sensor gelombang otak EEG (electroencephalography).

Seorang pelajar menengah tengah memegang helm MindRider. Ia ditugasi untuk memetakan tiga lokasi di Manhattan. Foto: Ben Tudhope/www.wired.com

Dalam mengerjakan proyek ini, Ducao bekerja sama dengan delapan pesepeda. Mereka setiap hari bersepeda mengelilingi kota Manhattan selama dua bulan sambil mengenakan helm MindRider. Setiap detik, melalui Bluetooth, sensor EEG mengirimkan data tentang tingkat fokus pengendara selama di jalan. Mana saja jalur yang membuat stres dan mana jalur yang dirasakan nyaman untuk bersepeda.

Data tersebut kemudian diurutkan dalam angka 0 sampai 100 dan dihubungkan pada skala warna, dari hijau ke kuning dan ke merah. Saat dihubungkan dengan peta Manhattan, hasilnya adalah sebuah peta yang menampilkan mana lokasi bersepeda yang nyaman (ditandai dengan warna hijau) dan mana lokasi yang penuh stres (ditandai dengan warna merah).

Peta hasil pembacaan gelombang otak (MindRider Map) dari sensor EEG yang dipasang pada helm pesepeda. Foto: ©Mapbox ©OpenStreetMap/www.wired.com

Nampaknya peta ini bisa membantu untuk membuat kota menjadi ramah bagi pesepeda, dengan memberi tahu lokasi mana yang membutuhkan marka jalan atau penanda lainnya. Namun, alat ini belum dipasarkan secara umum. Masih banyak variabel yang harus diteliti lebih lanjut. Misalnya, mengenai asupan data, konsentrasi pesepeda yang berbeda-beda, sampai pada pertanyaan apakah sensor pada helm menempel di kulit dengan benar.

Walau demikian, alat ciptaan Ducao ini mempunyai masa depan yang cerah. Banyak potensi yang bisa digunakan dengan informasi peta ini ini. Turis bisa menemukan jalur yang lebih nyaman dan pemerintah kota bisa mengidentifikasi area yang harus diperbaiki untuk pesepeda.

(G15)

Top

You cannot copy content of this page