Peneliti Swiss dan Jerman Ubah Kabut Menjadi Air Bersih

Reading time: 2 menit
Peneliti Swiss dan Jerman mengembangkan teknologi yang dapat mengubah kabut menjadi air minum sekaligus memurnikan polutan. Foto: Yanko Design
Peneliti Swiss dan Jerman mengembangkan teknologi yang dapat mengubah kabut menjadi air minum sekaligus memurnikan polutan. Foto: Yanko Design

Peneliti di ETH Zurich dan Max Planck Institute for Polymer Research di Mainz  berhasil mengubah kabut menjadi air bersih. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi berkelanjutan terhadap kelangkaan air, melainkan juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Dengan memanfaatkan kekuatan kabut, mereka terus mengembangkan teknologi yang dapat mengubah kabut menjadi air minum sekaligus memurnikan polutan.

Teknologi revolusioner ini berbentuk kawat logam yang dijalin rapat. Kawat logam tersebut berlapis campuran khusus polimer dan titanium dioksida. Kombinasi unik ini bisa menangkap tetesan air dari kabut. Lalu, dapat menyalurkannya ke dalam wadah pengumpul sebelum ditiup angin.

Selain itu, titanium dioksida juga berperan penting dalam proses kimiawi penguraian polutan organik dalam tetesan air, sehingga menghasilkan sumber air yang lebih murni.

Hilangkan 94% Senyawa berbahaya

Sementara itu, inisiatif gabungan para peneliti telah membuahkan hasil yang luar biasa. Pengujian yang ketat di laboratorium dan pabrik percontohan skala kecil di Zurich telah membuktikan fungsionalitas sistem.

Secara khusus, jaring tersebut mampu mengumpulkan 8% kandungan air dalam kabut dan menghilangkan 94 % senyawa berbahaya yang membuat air tidak dapat dikonsumsi oleh manusia.

BACA JUGA: Metro Air Pertama di India Tawarkan Solusi Ramah Lingkungan

Selain itu, penggunaan bahan dan ketergantungan teknologi pada panel surya juga berkontribusi terhadap keramahan lingkungan.

Dengan memanfaatkan kekuatan matahari, cukup dengan 30 menit sinar matahari dapat mengisi ulang titanium dioksida. Manfaat lainnya, matahari juga bisa memberikan tambahan 24 jam untuk pemurnian melalui memori fotokatalitik.

Bantu Mengatasi Kelangkaan Air

Teknologi yang mengubah kabut ke air ini tidak hanya terbatas pada laboratorium saja. Inovasi tersebut telah menjanjikan penyediaan air bersih di daerah-daerah yang mengalami kelangkaan air.

Hal tersebut pun menjadi harapan masa depan berkelanjutan, di mana setiap orang mempunyai akses terhadap air bersih. Kolaborasi antara ETH Zurich dan Max Planck Institute for Polymer Research juga menjanjikan dalam mengatasi tantangan kelangkaan air sekaligus memperjuangkan tanggung jawab lingkungan.

Dalam memanfaatkan kabut dan memurnikan air, teknologi ini bisa mengantarkan semua orang bisa mengakses air bersih. Sehingga, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia pun bisa terjamin.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top