Kampung Ramah Lingkungan

Reading time: 2 menit
kampung ramah lingkungan
Findhorn Ecovillage di East Whins, Duneland - Skotlandia. Foto: Tom Manley Photography/inhabitat.com

Kalau Anda pernah membayangkan sebuah eco-village maka komunitas di Skotlandia contoh nyatanya. Sebuah komunitas di Findhorn Ecovillage di East Whins, Duneland – Skotlandia, terdiri dari 25 rumah bertenaga angin dengan pilihan jenis rumah untuk ditinggali, beberapa fasilitas umum, dan sebuah studio atau bengkel untuk mereka yang bekerja di rumah.

Dirancang oleh John Gilbert Architects, komunitas ini sudah menerapkan perkembangan paling progresif dalam hal keberlanjutan, sebuah contoh untuk hari ini dan di masa depan. Dibangun di atas lahan bekas bangunan di Findhorn, bangunan dengan desain penuh warna ini memprioritaskan aspek tenaga surya di setiap celahnya.

kampung ramah lingkungan

Foto: Tom Manley Photography/inhabitat.com

Di sana, setiap rumah memiliki ruang yang terpapar sinar matahari dengan atap menghadap Selatan untuk memaksimalkan penyerapan sinar matahari selama musim semi dan musim gugur. Dua musim ini merupakan saat-saat yang paling penting untuk mendapatkan energi matahari.

Arsiteknya menjelaskan bahwa komunitas di Findhorn ini sangat terlibat dalam proses desainnya dan mereka membagikan pemikiran mereka terhadap setiap detail bangunan. Sebagai tambahan atas efisiensi energi yang dilakukan, rumah-rumah ini juga memiliki insulasi panas yang sangat baik, bahan penutup dinding yang mengisolasi karbon, sistem yang bisa mengembalikan panas dan pemanas di bawah lantai bertenaga angin.

kampung ramah lingkungan

Foto: Tom Manley Photography/inhabitat.com

Selain itu, komunitas ini mengutamakan jalur pejalan kaki dan sepeda dibandingkan mobil serta membuat banyak tempat untuk berkumpul, di antaranya dapur dengan kualitas restoran. Warga dapat menjual benda yang mereka buat di rumah di dapur sekaligus restoran tersebut. Di dalamnya juga tersedia beberapa ruang yang fleksibel dan bisa menjadi tempat kerja, bengkel atau studio.

Para warga pun mempunyai rencana-rencana untuk masa depan. Masterplan yang dibuat untuk kawasan ini juga menguji implikasi terhadap perubahan iklim dan naiknya ketinggian air laut sehingga bisa diputuskan mana lokasi lahan yang paling baik di wilayah tersebut untuk menghindari banjir di masa depan nanti.

Desain yang detail juga memungkinkan akibat-akibat dari perubahan iklim seperti curah hujan yang semakin tinggi, kecepatan angin yang bertambah dan hari yang makin panas di musim panas. Komunitas ini juga memiliki banyak kelebihan lain, termasuk diantaranya desain tanaman permakultur dan desain lansekap tanpa perkerasan untuk meminimalisir efek dari padang pasir yang ada di sekitar mereka.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page