Inovasi Efisiensi Energi di Go Green in the City

Reading time: 2 menit
Tim Midak-midik dari Universitas Atma Jaya Jakarta (jaket oranye) berhasil menjuarai kompetisi "Go Green in the City 2015" pada Selasa (17/03). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Dengan semakin tingginya tingkat urbanisasi, tentunya akan menciptakan populasi penduduk kota yang begitu besar. Selain itu, kebutuhan akan energi di perkotaan pun akan meningkat dan akan menghasilkan emisi karbon yang besar pula. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai solusi cerdas dan ramah lingkungan untuk memaksimalkan efisiensi energi di perkotaan.

Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Maritje Hutapea mengatakan, saat ini memang dibutuhkan kerjasama antara pelaku bisnis dan pemerintah untuk memasok energi yang dibutuhkan masyarakat, tentunya dengan penggunaan energi yang bertanggung jawab.

Kaum muda Indonesia diyakini Maritje, memiliki kreativitas dan ide cemerlang sehingga penting untuk melibatkan generasi muda dalam mecari solusi efisiensi energi di perkotaan.

“Pelibatan para generasi muda memang sangat dibutuhkan di sini. Khususnya, jika solusi yang diberikan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Maritje saat menjadi juri pada kompetisi Go Green in the City 2015 di Jakarta, Selasa (17/03).

Riyanto Mashan, Country President Schneider Electric Indonesia, menjelaskan, untuk menjawab ketergantungan energi bagi masyarakat di perkotaan membutuhkan sebuah inovasi. Oleh karena itu, kompetisi Go Green in the City 2015 mengajak generasi muda di seluruh dunia untuk menciptakan solusi kreatif dalam menciptakan berbagai inovasi yang memungkinkan pengonsumsian energi secara lebih cerdas dan efisien.

“Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendorong berbagai inovasi guna memaksimalkan penggunaan energi khususnya di perkotaan,” terangnya.

Sebagai informasi, Go Green in the City merupakan kompetisi yang telah diadakan sejak tahun 2009. Kompetisi ini bertujuan untuk mengajak seluruh mahasiswa jurusan bisnis dan teknik di seluruh dunia untuk menciptakan solusi kreatif dalam menciptakan berbagai inovasi yang memungkinkan pengonsumsian energi secara lebih efisien.

Pada kompetisi tahun 2015 ini dari sekitar empat ratus orang yang mendaftar, dua ratus peserta lolos tahap proposal, dan akhirnya terpilih empat finalis terbaik dengan Juara Pertama dimenangkan oleh tim Midak-midik dari Universitas Atma Jaya, Jakarta.

“Nantinya pemenang ini akan bertanding lagi dengan pemenang di negara asia lainnya di Paris, April nanti,” tandas Riyanto.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page