Indonesia Akan Alami Kemarau Basah Sepanjang Ramadhan 2016

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Indonesia akan mengalami kemarau basah pada bulan Ramadhan 2016. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan peluang La Nina akan mulai muncul pada periode Juli, Agustus, September 2016 dengan intensitas lemah sampai sedang.

Andi menjelaskan, kemarau basah merupakan istilah untuk menyebut musim kemarau disertai hujan yang sering turun tetapi tidak bisa disebut sebagai musim penghujan. Dengan kata lain, terjadi musim kemarau disertai hujan di atas normal.

Intensitas hujan di musim kemarau pada bulan Juni juga diprediksi akan terus meningkat seiring peralihan musim penghujan menuju kemarau yang mulai akan terjadi pada Juli 2016.

Fenomena awal tersebut, kata dia, akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2016 di sebagian besar wilayah Indonesia seperti Sumatra Utara bagian barat, Sumatra Barat bagian barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa bagian barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua.

“Bulan puasa nanti diperkirakan akan cukup sejuk dan musim kemarau kita tampaknya tahun ini akan sangat pendek sekali atau biasa kita sebut kemarau tahun ini adalah kemarau yang basah,” katanya saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Senin (06/06).

Kemarau basah di sebagian besar wilayah Indonesia, kata dia, banyak dipengaruhi oleh La Nina. Fenomena ini diprediksi akan berlangsung pada bulan Juli hingga September 2016.

Andi menjelaskan beberapa waktu lalu curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia tidak terlalu signifikan karena pengaruh El Nino yang cukup kuat. Namun saat ini, pengaruh El Nino sudah menurun, dimana puncaknya terjadi sejak Desember 2015 kemudian menurun hingga Februari, dan menunjukkan kondisi netral sekitar Maret dan April 2016.

“Dampak La Nina berdasar pengalaman 1998 dan perbandingan pada 2010 adalah kenaikan curah hujan yang dimulai pada periode Juli, Agustus dan September 2016. Memang sebelumnya BMKG sulit untuk melakukan prediksi fenomena La Nina, namun melihat kondisi yang ada saat ini dengan curah hujan yang tinggi diperkirakan akan mulai pada Juli hingga September mendatang,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top