Indonesia-Denmark Jalin Kerjasama Atasi Sampah dan Air

Reading time: 2 menit
Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Denmark sepakat bekerjasama untuk mengatasi masalah sampah dan air. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Denmark sepakat bekerjasama untuk mengatasi masalah sampah dan air. Melalui Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri Denmark yang juga mewakili Kementerian Lingkungan dan Pangan Denmark, diharapkan dapat menjadi tanda dimulainya pola kerjasama baru antara kedua negara dalam bidang pengelolaan sampah dan air.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengatakan, Denmark nantinya juga akan mengalokasikan dana 1 juta Denmark kroner (DKK) untuk mendukung kegiatan melalui sharing best practice dan inovasi. Pemerintah Indonesia, katanya, terbuka dengan segala investasi untuk keperluan dan kepentingan Indonesia termasuk pengelolaan sampah.

“Presiden telah menegaskan berkali-kali bahwa sampah adalah problem bagi kita. Kalau sampah bisa menjadi resources dan ada investornya yang baik, kita welcome,” kata Siti Nurbaya, Jakarta, Selasa (02/05).

BACA JUGA: Pengelolaan Limbah dan Sampah, Teknologi Ramah Lingkungan Sangat Diperlukan

Bentuk kerjasama ini adalah Government to Government Cooperation, dimana akan ada pakar dari Denmark yang ditugaskan di Indonesia. Rencananya, pakar tersebut akan mulai bekerja di Indonesia bulan Juli 2017 mendatang.

Terkait kunjungannya ke pantai utara Jakarta bersama dengan Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark, Ms Ulla Tornaes, Siti mengatakan bahwa tingkat ketercemaran laut di pantai utara DKI tergolong berat. “Hasil pengamatan bersama Ms Ulla, di beberapa titik masih dijumpai sampah yang mengapung di permukaan laut. Warna air laut pun sangat keruh dan kotor. Kita dapat membayangkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan sampah dan air,” tambahnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Menteri Kerjasama Pembangunan Denmark, Ms Ulla Tornaes mengatakan kalau tujuan kerjasama ini adalah transfer teknologi dan pengetahuan. Selain itu juga berkontribusi mengembangkan solusi pengelolaan sampah dan air. Berdasarkan pengalaman, lanjut Ulla, Denmark telah mampu mendaur ulang sampahnya hingga 70 persen dan mengubahnya menjadi energi.

“Saya datang ke sini untuk mengetahui lebih banyak tentang berbagai tantangan yang Indonesia hadapi dalam kaitannya dengan penanganan sampah dan air limbah, termasuk juga penanganan plastik di air. Denmark punya pengetahuan dan pengalaman mengenai hal itu yang ingin kami bagikan kepada Indonesia,” ujar Ulla Tornaes.

BACA JUGA: 11 Kementerian Susun Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Sampah Plastik di Laut

Sebagai informasi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meninjau empat lokasi sampah pantai di teluk Jakarta yaitu Muara Angke, Kali Pesanggrahan, Pluit Pump Station, dan Sunda Kelapa. Menurut data nasional dan profil dasar limbah padat, produksi sampah di Indonesia saat ini mencapai 64 juta ton per tahun.

Tahun 2025, pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen atau 20,9 juta ton/tahun. Sedangkan target penanganan sampah sebesar 70 persen atau 49, 9 juta ton/tahun.

Komposisi sampah di Indonesia terbagi menjadi organik 60 persen, plastik 15 persen, kertas 10 persen, dan lainnya (metal, kaca, kain, kulit) 15 persen. Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menghasilkan energi dari sektor sampah.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page