Liberalisasi Tanah Akibatkan Hilangnya Mata Pencaharian Petani

Reading time: < 1 menit
Suasana aksi Hari Tani yang digelar hari ini di Malang, Rabu (24/09). Foto: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Gerakan Rakyat untuk Pembaharuan Agraria melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Presiden untuk memperingati Hari Tani Nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 24 September.

Sekretaris Jendral Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Iwan Nurdin mengatakan aksi ini dilakukan untuk memperingati 10 tahun liberalisasi tanah yang telah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Selama masa kepemimpinannya, SBY telah banyak sekali melakukan liberalisasi tanah yang menyebabkan petani kita kehilangan mata pencahariannya,” kata Iwan saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Rabu (24/09).

Iwan menjelaskan, bahwa akibat dari liberalisasi tanah yang dilakukan oleh SBY, saat ini banyak sekali konflik agraria yang dialami oleh petani Indonesia. Selain itu, konflik agraria tersebut mayoritas tidak ada yang dimenangkan oleh petani.

Lebih lanjut Iwan menuturkan, bahwa KPA meminta kepada Presiden terpilih Joko Widodo untuk segera menjalankan reformasi agraria dan menyelesaikan konflik-konfilk agraria yang terjadi di seluruh Indonesia.

“Selamatkan sumber daya alam dan tanah kita,” kata Iwan.

Sebagai informasi, Iwan mengatakan bahwa ada sekitar 2.000 petani yang mengikuti aksi Hari Tani Nasional. Selain itu, pada pukul 13.00 WIB siang tadi, di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, turut turun ke jalan 200 pendemo dari BEM Institut Pertanian Bagor dan dari Front Perjuangan Rakyat sebanyak 250 orang.

(G09)

Top