Luhut: Pemerintah Akan Tindak Tegas Pembuang Sampah di Laut

Reading time: 2 menit
pembuang sampah di laut
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri Closed Door Event "Towards Blue Economy: Concrete Actions for Ocean Health" di Washington, Kamis (19/04/2018). Foto: Kemenko Maritim

Jakarta (Greeners) – Dalam pertemuan antara Menko Maritim Luhut Pandjaitan dengan Vice President Sustainable Development Laura Tuck dan perwakilan negara lainnya dalam Close Door Event: Towards Blue Economy, Luhut menjelaskan mengenai kondisi sampah laut di Indonesia. Menurut Luhut masalah sampah laut sangat penting karena dua per tiga negara Indonesia terdiri dari laut karena itu sangat tergantung dengan laut.

“Sudah banyak riset dampak negatif untuk kesehatan manusia dari mikro plastik yang dimakan oleh ikan. Kemudian ikan dimakan manusia termasuk ibu hamil sehingga anak yang lahir bisa stunting (kerdil, Red.),” ujar Luhut di Washigton seperti dilansir dalam keterangan resminya, Kamis (19/04/2018).

Luhut mengatakan, di sektor pariwisata masalah sampah laut mempengaruhi turis yang sedang menyelam, pantai, dan batu karang. Bila pemerintah Indonesia tidak mengambil langkah tegas, permasalahan sampah akan menghancurkan sektor pariwisata dan meningkatkan kemiskinan.

“Pemerintah serius akan mengambil hukum kepada siapa saja yang melanggar atau membuang sampah di laut, siapapun mereka,” tegas Luhut.

BACA JUGA: Sampah Mikroplastik, ‘Monster Mini’ yang Ancam Ekosistem Laut

Pemerintah akan memperkuat penegakan hukum untuk industri yang mengabaikan standar lingkungan hidup. Selain itu, pemerintah juga melakukan koordinasi dengan kepolisian, jaksa dan menteri lingkungan hidup.

Ditambah lagi berdasarkan riset World Bank bahwa 80 persen sampah laut berasal dari darat yang kebanyakan mempunyai sistem pembuangan sampah di pesisir pantai. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia fokus meningkatkan sistem menajemen pembuangan sampah di daerah-daerah pantai.

“Pemerintah juga bekerja sama dengan tim World Bank di Jakarta untuk meningkatkan sistem manajemen pembuangan sampah di daerah pesisir di selatan Jawa, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulawesi. Difokuskan bagaimana mengumpulkan, transportasi dan proses final di daerah-daerah tersebut,” kata Luhut.

Selanjutnya pemerintah akan memasang perangkap di mulut sungai sehingga dapat dihentikan aliran sampah ke laut. Pendekatan komprehensif dan holistik sistem manajemen pembuangan akan dikembangkan sebelum akhir tahun sehingga dapat dianggarkan untuk tahun depan.

“Bukan pekerjaan yang mudah tapi presiden Jokowi berkomitmen dan atas dukungan dari World Bank, maka saya percaya maka kita akan dapat menyelesaikan masalah ini,” lanjut Luhut.

BACA JUGA: Kemenhub Akui Pengawasan Pengelolaan Sampah di Atas Kapal Masih Minim

Diskusi mengenai sampah laut ini juga dilakukan Luhut dengan Ocean Caucus Cochair Senator Dan Sulivan dan Senator Sheldon Whitehouse dimana pemerintah Indonesia mendapat dukungan dari kedua senator tersebut dan berjanji akan menyampaikan masalah ini kepada pihak terkait di Amerika.

Di kesempatan terpisah lainnya dengan isu yang sama, yaitu sampah plastik di laut, Luhut bertemu dengan anggota kongres Don Young yang akan menyediakan waktu datang ke Indonesia untuk mendiskusikan lebih detil tentang persoalan sampah laut ini.

Penulis: (*)

Top
You cannot copy content of this page