Perbaikan Tanggul Lumpur Diharapkan Selesai Sebelum Musim Penghujan

Reading time: < 1 menit
Foto: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Kondisi tanggul lumpur Lapindo di titik 68 yang pada Rabu (10/09) kemarin jebol, kini sudah mulai ditangani. Aliran lumpur yang menerobos masuk ke pemukiman warga di Desa Gempol Sari pun sudah mulai mengecil.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur, Onny Mahardika, berharap pembangunan tanggul yang jebol ini segera selesai sebelum masuk musim penghujan.

Onny mengatakan, sifat dari tanggul lumpur Lapindo ini hanya sementara untuk menahan semburan lumpur yang begitu deras. Menurutnya, jika tidak segera diselesaikan, maka tanggul akan kembali jebol saat musim hujan.

“Berharap saja (tanggul) selesai sebelum musim hujan ya, soalnya pasti bakal ambrol lagi kena hujan nanti,” ujar Onny saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Senin (15/09).

Selain itu, Onny juga mengatakan, bahwa blokade buatan yang dibangun oleh warga yang terkena lupan lumpur tersebut diakui oleh para pekerja cukup membantu berjalannya pengerjaan perbaikan tanggul.

Penanggulan ini, lanjut Onny, diharapkan mampu dikerjakan semaksimal mungkin agar kuat menahan arus lumpur karena warga masih takut jika sewaktu-waktu tanggul lumpur tersebut jebol lagi.

“Kami berharap tanggulnya juga diperkuat,” katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) belum bisa menjamin keamanan kondisi tanggul di beberapa titik disekitar titik 68. Beberapa titik tersebut saat ini malahan dalam kondisi rawan jebol.

Humas BPLS, Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan, selain tanggul di titik 68 yang retak, secara kasat mata kondisi tanggul lain masih tetap stabil dan tidak ada retakan. Namun, untuk kondisi di dalam tanggulnya belum bisa dipastikan karena belum dilakukan pengujian.

Beberapa titik rawan tersebut adalah titik 73 di desa Kedung Bendodan, titik 21 di Desa Siring dan titik 34 di desa Pejarakan, Kecamatan Jabon.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page