Cheetah, Mamalia Pelari Tercepat di Dunia

Reading time: 2 menit
ilustrasi cheetah. Foto: Inaturalist
ilustrasi cheetah. Foto: Inaturalist

Cheetah (Acinonyx jubatus) menjadi hewan buruan di Mesir kuno selama 4.300 tahun lamanya. Para bangsawan Eropa dan India juga kerap memburu mamalia yang berasal dari famili Felidae ini.

Satwa ini memiliki 4 subspesies di bawahnya, yakni A. j. hecki, A. j. jubatus, A. j. soemmeringii, dan A. j. venaticus. Satwa ini memiliki kemampuan lari yang sangat cepat. Mereka mampu berlari hingga 120 km/jam. Dengan kemampuannya tersebut, cheetah menjadi satwa pelari tercepat di dunia. Uniknya juga, mereka menggunakan ekornya sebagai kemudi ketika sedang berlari. Mereka juga dapat beradaptasi pada suhu yang sangat ekstrem (0-45ºC).

Kakinya Lebih Panjang dari Tubuhnya

Cheetah bertubuh ramping dengan kaki yang relatif panjang dari ukuran tubuhnya. Kepalanya kecil dan bulat, sementara telinganya pendek. Rambut di tubuhnya berwarna kuning pucat, abu-abu, atau cokelat kekuningan di permukaan punggungnya.

Selain itu, tubuhnya juga memiliki bintik-bintik kecil bulat hitam yang tidak beraturan dan saling berdekatan. Ketika disentuh, rambutnya terasa kasar dan terlihat rambut di bagian tengkuknya lebih panjang dari bagian yang lain.

Selain itu, di sepertiga bagian belakang ekornya terdapat corak seperti cincin gelap hitam yang di ujungnya berwarna putih. Jika dibandingkan dengan kucing lainnya, cakar cheetah berukuran lebih sempit.

BACA JUGA: Owa Kelawat, Primata Beralis Putih Endemik Kalimantan

Tubuh satwa ini berukuran panjang sekitar 1,12 hingga 1,5 meter dengan panjang ekornya antara 60-80 cm. Sementara, tingginya yang diukur pada bagian bahu sekitar 67 hingga 94 cm. Bobot tubuhnya berkisar antara 21 hingga 72 kg dengan rata-rata jantannya lebih besar dari betina.

Para anak cheetah yang masih kecil berwarna lebih terang, yakni terlihat abu-abu, putih, atau abu-abu kebiruan. Selain itu, mereka juga memiliki surai yang memanjang di kepala, leher, dan punggungnya. Surai tersebut dapat membantu mereka berkamuflase dan menjadi tak terlalu mencolok bagi predator. Namun, surai tersebut secara bertahap akan hilang seiring bertambahnya usia.

Taksonomi cheetah. Foto: Greeners

Taksonomi cheetah. Foto: Greeners

Cheetah Hadir di 25 Negara di Benua Afrika

Satwa arboreal ini menyukai area terbuka seperti padang rumput dan gurun, tapi terkadang mereka juga memanjat pohon. Distribusi cheetah sangat luas, mulai dari Jazirah Arab, Benua Afrika, hingga Asia selatan. Selain itu, satwa ini juga ada di 25 negara di Benua Afrika.

Merupakan Satwa Pelari Tercepat di Dunia

Satwa karnivora ini mampu menempuh jarak lebih dari 7 meter dalam satu langkah saja. Bahkan, hewan ini juga mampu melewati jarak lebih dari 25 m dalam 1 detik. Di habitat aslinya, cheetah menghadapi beberapa ancaman seperti konflik dengan peternak hewan yang kerap mereka mangsa hewan ternaknya.

Selain itu, satwa ini juga menghadapi perdagangan ilegal, terperangkap jerat (yang ditujukan untuk spesies lain), serta kompetisi dengan predator besar lainnya seperti singa.

Kini, cheetah merupakan satwa yang dilindungi, tak boleh diburu, bahkan diperjualbelikan dalam bentuk apa pun di perdagangan internasioanl dengan status apendiks 1 menurut CITES. Sementara, IUCN mengkategorikan status konservasi cheetah ke dalam vulnerable (rentan).

 

Penulis: Ansia Putri

Editor: Indiana Malia

Top