Jamur Kuping Merah, Jelly Fungi yang Berguna bagi Kesehatan

Reading time: 3 menit
Foto : Shutterstock

Jamur Kuping Merah merupakan salah satu jenis jamur yang tergabung dalam kelas Jelly Fungi. Dikenal sebagai Auricularia auricula-judae oleh para ilmuwan, jamur ini memiliki dua sinonim nama yaitu Auricularia auricula dan Hirneola auricula-judae.

Secara umum, jamur adalah organisme eukariota yang bisa kita golongkan sebagai cendawan sejati. Tubuhnya berasal dari spora, serta terdapat zat kitin yang terkandung pada dinding sel mereka.

Sel jamur tidak mengandung klorofil, sehingga tidak dapat berfotosintesis seperti tumbuhan lainnya. Sebab bersifat makroskopis, tampilan jamur ini biasanya dapat kita lihat dengan mata telanjang.

Berdasarkan data United States Department of Agriculture, jamur kuping merah memiliki kandungan vitamin yang tinggi. Sehingga sangat baik dikonsumsi oleh manusia dan berkhasiat bagi kesehatan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Kuping Merah

Seperti namanya, tampilan jamur kuping merah memang mirip seperti telinga manusia. Bentuknya tampak seperti mangkuk atau cupit, dengan tubuh buah berwarna cokelat tua kemerahan.

Diameter jamur ini tergolong cukup kecil, yakni antara 2 – 15 cm saja. Jika disentuh karakteristik yang dapat kita rasakan adalah permukaannya yang tipis, berdaging serta terasa kenyal.

Dalam keadaan segar tubuh buah Wood Ear (A. auricula-judae dalam bahasa Inggris) memang terasa cukup kenyal, namun teksturnya berubah menjadi sangat keras jika dalam keadaan kering.

Perlu Anda ketahui, kuping merah atau Auricularia auricula merupakan salah satu jenis jamur konsumsi (edible mushroom) yang banyak masyarakat budidayakan.

Dari kacamata mata bisnis, bujet pembudidayaan jamur kuping merah terhitung cukup murah karena tidak memerlukan lahan yang luas dan subur untuk perkembangbiakkannya.

Selain itu, siklus hidup cendawan ini terbilang sangat singkat. Mereka dapat disimpan dalam bentuk kering sehingga cukup praktis dalam hal pengemasan, penyimpanan dan pemasarannya.

Reproduksi dan Siklus Hidup Jamur Kuping Merah

Jamur kuping merah bereproduksi dengan membentuk tunas, konidia serta fragmentasi miselium secara vegetatif. Sedang secara generatif, ia menggunakan alat bantu yang ahli sebut basidium.

Basidium tersebut lantas berkumpul di dalam badan – pakar menyebutnya sebagai basidiocarp, kemudian ia menghasilkan spora yang ilmuwan kenal sebagai basidiospore.

Siklus hidup A. auricula-judae sejatinya tidak terlalu berbeda dengan jamur pada umumnya. Tubuh buah yang sudah tua akan menghasilkan sporta berbentuk kecil, ringan, serta berjumlah banyak.

Apabila spora tersebut jatuh pada kondisi dan tempat yang sesuai dengan persyaratan hidupnya, maka ia akan berkecambah serta membentuk miselium melalui beberapa fase.

Pada fase pertama, miselium primer yang tumbuh akan berbiak menjadi banyak dan meluas. Lalu, ia akan berkembang menjadi miselium sekunder yang membentuk primordial.

Dari primordial akan muncul kuncup tubuh buah (pada tingkat awal) yang semakin lama akan semakin membesar (3 – 5 hari). Saat sudah tua atau matang, jamur itu pun siap untuk kita panen.

Kandungan dan Manfaat Jamur Kuping Merah

Jenis vitamin yang terkandung dalam jamur kuping merah antara lain seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, vitamin B9 atau asam folat, dan vitamin C.

Sedangkan kandungan mineral yang terdapat pada badan buah jamur merah ialah kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, sodium, hingga zinc.

Karena itu, mengonsumsi jenis jamur ini sangat dianjurkan oleh pakar kesehatan. Selain memiliki cita rasa yang nikmat, wood ear juga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia misalnya:

  • Melancarkan pencernaan;
  • Meringankan gejala wasir;
  • Menurunkan berat badan;
  • Mencegah risiko anemia;
  • Memperlancar sirkulasi darah; serta
  • Menurunkan risiko kardiovaskular.

Untuk memaksimalkan manfaatnya, jangan lupa barengi konsumsi jamur kuping merah dengan asupan makanan bergizi lainnya. Terapkan pola hidup sehat serta rutin berolahraga, ya!

Taksonomi Auricularia Auricula-Judae

Penulis : Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page