Tawon Vespa, Predator Kecil dengan Sengatan Berbahaya

Reading time: 2 menit
Predator kecil ini memiliki sengat berbahaya hingga menimbulkan hiperalergi. Foto: Shutterstock

Tawon vespa merupakan sejenis serangga predator yang menyebar di kawasan Asia tropis dan subtropis. Mereka awam kenal juga sebagai lesser banded hornet (lebah bertali kecil), sebab memiliki pita oranye pada bagian perutnya.

Tidak cuma satu, yang disebut sebagai tawon vespa sejatinya sangat banyak. Mereka adalah jenis tawon besar dan penyengat, yang berasal dari ordo Hymenoptera dan famili Vespidae.

Spesies Vespa affinis merupakan salah satunya. Hewan ini dikenal sebagai tawon kendi atau tawon ndas dari genus Vespa, yang berkerabat dengan tawon raksasa Asia (V. mandarinia).

Secara bentuk, V. affinis dan V. mandarinia sebenarnya cukup mirip. Namun V. mandarinia cenderung lebih besar, dengan panjang tubuh 45 mm dan bentang sayap mencapai 75 mm.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tawon Vespa

Lesser banded hornet memiliki ukuran tubuh kecil sampai sedang. Sang ratu berbiak hingga sepanjang 30 mm, pejantan berkisar 26 mm, sedangkan lebah pekerja rata-rata 22-25 mm.

Ciri fisik tawon vespa ini bisa kita tandai dari kepalanya yang merah kecokelatan atau hitam. Terdapat beberapa tanda merah di bagian depan, dengan pelipis dan mata yang kehitaman.

Antena V. affinis umumnya berwarna cokelat tua dan cokelat pucat di bagian bawahnya. Ia memiliki tameng wajah (clypeus) berwarna hitam, belang-belang kasar dan agak membulat.

Kaki-kaki dan sayap hewan tersebut juga berwarna cokelat tua. Namun bagian ujung sayap biasanya memiliki corak, tampilannya agak transparan dengan warna oranye kekuningan.

Warna hitam mendominasi bagian depan sampai ujung ekor tawon vespa. Sedangkan corak oranye terdapat di bagian tengah, terlihat sedikit kekuningan dengan ukuran cukup besar.

Habitat dan Distribusi Tawon Vespa

V. affinis pertama kali diperkenalkan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1764. Mereka dapat kita temukan di berbagai tempat, mulai dari tepian hutan, tebing, sampai ke pemukiman warga.

Karena itu, jangan heran jika banyak kasus sengatan lebah bertali kecil yang terjadi di dunia. Dampaknya bermacam-macam mulai dari ringan, bahkan sampai memakan korban jiwa.

Tawon vespa biasanya bersarang di pohon, namun ada juga yang berada semak-semak serta pinggiran atap rumah. Jika berada di pohon, bentuk sarang umumnya tampak memanjang.

Sedangkan di Indonesia, bentuk sarang hewan ini menyerupai buah pir atau bentuk tetesan. Di daerah subtropis lain lagi, bentuk sarangnya oval dengan bagian atas sedikit membulat.

Melansir berbagai sumber, tawon vespa menyebar mulai dari Sri Lanka, Hong Kong, Taiwan, Burma, sampai Thailand. Ia juga bisa kita jumpai di Laos, Vietnam, Malaysia dan Indonesia.

Perilaku dan Efek Sengatan Tawon Vespa

Tawon kendi memakan berbagai macam hal, mulai dari getah pohon, nektar, buah-buahan, hingga bangkai serangga. Ia mencari makan di daerah berumput sampai tempat sampah.

Di daerah subtropis tawon ini hidup sepanjang tahun. Sedangkan di kawasan subtropis, ratu bangun dari hibernasi pada bulan April dan koloni mati pada akhir November-Desember.

Di Tanah Air, tawon vespa terkenal berkat perilaku yang agresif. Mereka menyerang warga di berbagai daerah, bahkan menyebabkan tujuh orang meninggal di sepanjang tahun 2018.

Menyengat merupakan mekanisme pertahanan diri V. affinis. Dalam jumlah kecil sengatan ini sejatinya tidak berbahaya, namun dalam jumlah besar dapat menimbulkan hiperalergi.

Bila tidak ditangani dalam tenggat 1×24 jam, hiperalergi akan berlanjut menjadi anafilaksis (reaksi alergi berat). Ini memicu terjadinya kerusakan organ seperti ginjal dan paru-paru.

Taksonomi Spesies Vespa Affinis

Penulis : Yuhan al Khairi

Top