Kenali Burung Puyuh, Penghasil Telur Puyuh Yang Lezat

Reading time: 2 menit
Foto : Wikimedia Commons

Konsumsi Telur sudah menjadi kebiasaan kita setiap hari, apalagi yang suka sarapan bubur ayam ketika pagi, sulit untuk menolak setusuk sate telur puyuh yang menggoda. Tapi hati-hati, telur puyuh juga dikenal sebagai pemicu tingginya kolesterol. Namun, dibalik telur puyuh yang nikmat, siapa yang mengenal burung penghasilnya. Tentu sesuai dengan namanya, telur puyuh berasal dari Burung Puyuh.

Burung Puyuh merupakan ternak berdarah panas dari genus Coturnix yang tersebar luas di seluruh daratan Eropa, Asia, dan Afrika. Di Indonesia burung ini mulai dikenal dan dibudidayakan akhir tahun 1979.

Burung ini terdiri dari beberapa jenis, salah satunnya adalah jenis Burung Puyuh Jepang (Coturnix Coturnix Japonica). Ini merupakan jenis yang berasal dari hutan dan mulai pertama kali didomestikasi dan diternakkan di wilayah Jepang.

Jenis Burung Puyuh ini yang paling popular diternakkan oleh masyarakat sebagai penghasil telur dan daging (Subekti dan Hastuti, 2013). Keistimewaan lain dari burung ini juga memiliki daya tahan yang tinggi tahan terhadap penyakit (Listiyowati dan Roospitasari, 2009).

Dalam hal karakteristik fisik, puyuh ini berbadan bulat dan lebih besar dari puyuh lainnya, panjang badan seitar 19 cm dan memiliki ekor pendek. Ia tidak dapat terbang dalam waktu lama, namun mampu berlari kencang dan terbang dalam jarak dekat bila didekati.

Puyuh ini juga memiliki beberapa keunikan dan perbedaan antara jenis jantan dan betinanya. Secara visual warna bulu puyuh betina pada bagian leher dan dada bagian atas berwarna lebih terang dan terdapat totol-totol cokelat tua, Sedangkan untuk puyuh jantan bulu dadanya berwarna cokelat muda.

Selain dari corak warna bulunya, perbedaan juga terlihat dari ukuran tubuhnya. Ukuran tubuh puyuh betina lebih besar dari yang jantan. Umur dewasa pada betina ditandai dengan mulai pertama kali bertelur sedangkan pada puyuh jantan umur dewasa ditandai dengan mulai berkokok.

Foto : Pexels.com

Puyuh betina akan mulai bertelur pada umur 40 – 50 hari. Bobot telurnya berkisar antara 8-12 gram, dengan bobot badan puyuh dewasa antara 120-150 gram. Burung puyuh mampu menghasilkan telur sebanyak 200-300 butir/ekor/tahun.

Telur burung puyuh memiliki gizi dan protein yang tinggi, rasanya lezat dan bila dijual di pasaran harganya relatif murah. Kandungan nutrien yang terdapat dalam telurnya antara lain protein 13,2 % dan lemak 11,1 %.

Bagian telur terdiri atas putih telur (albumen) 47,4 %; kuning telur 31,9 % dan bagian membran dan cangkang telur 20,7 % (Kasiyati et al., 2010).

Usaha ternak puyuh merupakan usaha yang banyak diminati karena dapat dilakukan dimana saja, bahkan ditempat yang sempit dan terbatas dengan modal yang tidak besar. Selain itu bibit burung puyuh juga mudah didapat.

Saat ini konsumsi daging puyuh mulai banyak diminati masyarakat karena tinggi gizi dengan kadar protein sekitar 21,1% dan kadar lemak yang cukup rendah yaitu hanya sebesar 7,73%. Rendahnya kadar lemak ini cocok untuk orang yang sedang melakukan diet kolestrol.

www.greeners.co

Penulis: Sarah R. Megumi

Top