Pohon Yangmei, Buah Beri Cina yang Populer di Jepang

Reading time: 2 menit
Pohon ini punya manfaat meningkatkan nafsu makan dan mengatasi gangguan pencernaan. Foto: Shutterstock

Pohon satu ini menghasilkan buah bulat berwarna merah merona. Bagian ini dapat dimakan, memiliki citra rasa manis dan asam, serta menyimpan beragam nutrisi baik untuk kesehatan. Inilah pohon yangmei, penghasil buah beri yang berasal dari Cina.

Yangmei memiliki nama latin Myrica rubra. Spesies pohon subtropis ini dikenal pula sebagai bayberry Tiongkok, bayberry Jepang, bayberry merah, waxberry, hingga pohon yamamomo.

Yamamomo sendiri dapat diartikan sebagai “persik gunung” dalam bahasa Jepang. Tanaman ini sering pula disalahartikan sebagai spesies Arbutus, karena tampilan buahnya yang mirip.

Secara klasifikasi, spesies M. rubra tergabung dalam famili Myricaceae. Genus ini terdiri atas 35 anggota spesies, yang sebagian besar tergolong sebagai flora berbunga dan berbuah beri.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Yangmei

Pohon yangmei merupakan tumbuhan perdu yang hijau sepanjang tahun (evergreen). Flora ini mampu berbiak hingga 15 meter, dengan bunga berumah satu yang diserbuki oleh angin.

Kulit pohon tersebut umumnya berwarna keabu-abuan. Daunnya meruncing serta bergerigi, letaknya tersusun berseling-seling dengan panjang antara 5–14 cm dan lebar sekitar 1–4 cm.

Permukaan atas daun berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya terlihat lebih pucat. Bagian tangkai daun tumbuh sepanjang 2–10 mm, sedangkan bunganya sekitar 1–3 cm saja.

Di Cina, pohon yangmei berbunga mulai dari bulan Maret sampai April. Buahnya muncul di sepanjang bulan Mei hingga Juni, memiliki warna merah cerah dengan diameter 1,5–2,5 cm.

Seiring pertambahan umur, warna buah tersebut berubah menjadi lebih gelap atau keungu-unguan. Ukuran buah sendiri bisa sebesar bola golf, terdapat biji tepat di bagian tengahnya.

Habitat dan Distribusi Pohon Yangmei

Yamamomo merupakan tumbuhan asli dari wilayah Asia Timur. Mereka tersebar secara luas di Tiongkok, dibudidayakan sejak 2.000 tahun silam di daerah selatan hingga ke tengah Cina.

Di Sungai Yangtza, Tiongkok selatan, tumbuhan ini merupakan komoditas utama bagi warga lokal. Mereka ditanam untuk diperjualbelikan, sebab mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

Di alam liar, pohon yangmei tumbuh di hutan-hutan daerah lereng dan juga lembah. Mereka berkembang di dataran yang rendah sampai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, flora berordo Fagales ini dapat tertanam pada tanah berpasir, liat, serta lempung. Spesiesnya bahkan dapat berbiak di daerah yang teduh sampai lahan terbuka tanpa kanopi.

Karena kemampuan adaptasinya tersebut, banyak orang yang tertarik memelihara M. rubra. Mereka dapat tumbuh pada tanah yang asam dan netral, namun menyukai wilayah lembap.

Kegunaan dan Manfaat Pohon Yangmei

Sejak dahulu kala, pohon yangmei dibudidayakan sebagai tanaman hias serta peneduh jalan. Buahnya juga bisa dikonsumsi, baik secara langsung maupun diolah menjadi menu masakan.

Menurut riset, buahnya sendiri memiliki sifat karminatif dan pektoral. Kandungannya sangat baik dalam membantu meningkatkan nafsu makan sampai mengatasi masalah pencernaan.

Kulit kayu yangmei juga bermanfaat sebagai pencucian dalam perawatan keracunan arsenik, penyakit kulit, luka dan borok. Sedangkan bijinya berguna bagi pengobatan kaki berkeringat.

Bagi para pegiat lingkungan, pohon yangmei kerap dilibatkan dalam proses reboisasi hutan. Tanaman ini dapat mengikat nitrogen sehingga berguna untuk merestorasi lahan yang rusak

Di Jepang, M. rubra didaulat sebagai flora identitas prefektur Kōchi dan Tokushima. Mereka cukup dekat dengan budaya negara tersebut, bahkan acap disebut dalam puisi Jepang lama.

Taksonomi Spesies Myrica Rubra

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page