Tayra, Kerabat Berang-Berang yang Endemik di Benua Amerika

Reading time: 3 menit
Satwa khas benua Amerika ini aktif pada siang dan malam hari. Foto: Shutterstock

Penampilannya tampak seperti berang-berang, namun dengan ekor lebih pendek dan bulu yang lebih tebal. Mereka tergolong sebagai hewan yang sangat aktif, baik pada siang atau malam hari. Inilah tayra (Eira barbara), satwa khas benua Amerika.

Tayra adalah spesies hewan omnivora yang tergabung dalam famili Mustelidae (cepelai). Ia merupakan satu-satunya anggota spesies dalam genus Eira dan endemik di benua Amerika.

Secara klasifikasi, dapat kita ketahui bahwa tayra tergolong sebagai mamalia. Ia berkerabat dengan berang-berang sampai teledu, sehingga ketiganya memiliki fisik yang cukup mirip.

Spesies E. barbara dapat kita tandai dari ukuran tubuhnya yang sedang. Hewan ini memiliki tanda berbentuk berlian pada bagian tenggorokan, yang umumnya berwarna keputihan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Eira Barbara

Apabila kita ukur, panjang tubuh (tanpa ekor) E. barbara rata-rata berkisar 56-71 cm. Bagian ekornya memiliki panjang 37-46 cm, dengan bobot tubuh mencapai 2,7-7 kg (6,0-15,4 pon).

Spesies jantan biasanya mempunyai ukuran tubuh lebih besar dan lebih berotot. Hewan ini memiliki bulu-bulu berukuran pendek namun lebat, berwarna hitam di sekujur tubuhnya.

Terlihat beberapa area kecokelatan pada bulu-bulu tayra. Namun corak paling kontras pada bulu hewan tersebut terletak pada area leher bawah dan atas, serta sebagian kulit wajah.

Sebagai pemanjat handal, spesies E. barbara memiliki kuku-kuku yang pendek namun kuat. Cakarnya terlihat melengkung, dengan bantalan kaki yang dikelilingi oleh rambut sensorik.

Jika kita perhatikan, wajah E. barbara memang sangat mirip dengan martes dan cerpelai. Ia memiliki kepala kecil, telinga bulat, kumis panjang dan mata hitam dengan kilau biru-hijau.

Subspesies dan Peta Persebaran Tayra

Walau bersifat endemik, tayra dikenal memiliki banyak julukan seperti tolomuco di Amerika Tengah, motete di Honduras, irara di Brazil, hingga viejo de monte di Semenanjung Yukatan.

Di daerah Trinidad, ia publik juluki sebagai high-woods dog atau chien bois. Sedangkan nama genus Eira, ahli ketahui berasal dari nama asli satwa tersebut di wilayah Peru dan Bolivia.

Tidak cuma itu, nama spesies “barbara” diambil dari bahasa asing yang berarti “aneh” atau “asing.” Ini pakar sinyalir merujuk pada penampilan dan lingkungan hidup spesies tersebut.

Perlu Anda ketahui, kelompok tayra sendiri sejatinya terdiri atas tujuh subspesies berbeda. Ketujuh subspesies ini ahli temukan di Amerika Latin, dengan distribusi sebagai berikut:

  • E. b. barbara (utara Argentina, Paraguay, barat Bolivia, serta tengah dan selatan Brazil)
  • E. b. biologiae (tengah Kosta Rika dan Panama)
  • E. b. inserta (Selatan Guatemala hingga tengah Kosta Rika)
  • E. b. madeirensis (barat Ekuador dan utara Brazil)
  • E. b. peruana (timur pegunungan Andes, tepatnya di Peru dan Bolivia)
  • E. b. poliocephala (timur Venezuela, Guyana dan timur laut Brazil)
  • E. b. senex (tengah Meksiko hingga utara Honduras)
  • E. b. senilis (utara Ekuador)
  • E. b. sinuensis (Kolombia, barat Venezuela, utara Ekuador dan Panama)

Perilaku dan Kebiasaan Spesies Tayra

Tolomuco umumnya mendiami kawasan hutan tropis dan subtropis di Amerika Tengah. Ia senang bepergian untuk mencari makan dan sarang baru, terutama pada saat malam hari.

Di habitat aslinya, spesies E. barbara sering terlihat sendirian atau berpasangan. Terkadang hewan ini hidup secara berkelompok, yang mana satu kelompoknya terdiri atas 3-4 individu.

Saat memanjat pohon, batas ketinggian yang dapat dicapai tayra rata-rata berkisar 40 meter. Mereka juga tergolong sebagai pelari handal, bahkan dapat berenang dengan sangat giset.

Untuk mengidentifikasi mangsa, tolomuco mengandalkan indera penciumannya yang tajam. Selain memakan buah, hewan ini juga memburu satwa-satwa kecil seperti kadal dan burung.

Menurut IUCN Red List, status konservasi tayra berada pada level least concern atau berisiko rendah. Namun tren populasinya makin menurun, sehingga perlu kita jaga bersama-sama.

Taksonomi Spesies Eira Barbara

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page