Jahe, Rempah Sejuta Manfaat yang Mudah Ditemukan

Reading time: 2 menit
Jahe (Zingiber officinale). Foto: Stock Photo
Jahe (Zingiber officinale). Foto: Stock Photo

Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu rempah yang sudah tak asing lagi di telinga kita. Penggunaan rempah ini sudah sejak zaman kuno di India dan China. Kemudian, pada abad ke-1 Masehi, tanaman ini diperkenalkan ke wilayah Mediterania. Tanaman ini berasal dari famili Zingiberaceae yang beranggotakan lebih dari 1300 spesies dari 53 genus.

Rempah ini memiliki dua nama ilmiah sinonim, yakni Amomum zingiber L dan Zingiber zingiber (L.) Karst. Selain itu, jahe ini juga memiliki berbagai nama umum. Di antaranya cay gung (Vietnamese); luya, laya, giya (Tagalog); helia, halia, aliya (Malay), dan lainnya.

Jahe Mengandung Senyawa Zingerone dan Shogaol

Batang tanaman ini dapat tumbuh tinggi sekitar 1 meter dengan dihiasi daun yang panjangnya 15 hingga 30 cm. Daun-daun tersebut muncul dari selubung yang membungkus batang, muncul secara berseling dalam dua baris vertikal.

Sementara, bagian bunganya berbentuk seperti paku kerucut yang berukuran panjang 5-8 cm degan ketebalan hingga 2,5 cm. Perbungaannya yang terbungkus daun pelindung, biasanya berwarna kuning-hijau dengan tepi keunguan.

BACA JUGA: Selada Air, Sayuran Hijau dengan Beragam Manfaat Kesehatan

Rimpang tanaman jahe ini memiliki lapisan terluar berwarna cokelat, dengan bagian tengahnya berwarna kuning dan memiliki aroma pedas. Setiap tahunnya, dari rimpang tersebut akan tumbuh batang semu yang tersusun dari pangkal daun yang terbungkus.

Variasi ukuran, rasa, dan warna rimpang tergantung pada kondisi tanah tempat mereka tumbuh. Penyebab rasa pedas yang muncul dari jahe adalah senyawa zingerone dan shogaol.

Taksonomi Jahe (Zingiber officinale). Foto: Greeners

Taksonomi Jahe (Zingiber officinale). Foto: Greeners

Tumbuh di Daerah Lembap dan Teduh

Jahe telah menyebar ke seluruh daerah yang memiliki suhu rata-rata kurang dari 25°C dan curah hujan tahunan lebih besar dari 1500 mm. Rempah ini menyukai habitat yang lembap dan teduh, seperti hutan tropis atau subtropis di Asia Tenggara. Rimpang yang berasal dari wilayah Indo-Malaya ini dapat juga kita temukan di Afrika, Amerika, dan Australia.

Jahe Bermanfaat sebagai Obat Herbal Sejak Lama

Z. officinale menjadi salah satu obat herbal kuno. Rempah tersebut bermanfaat sebagai antiementik selama lebih dari 2000 tahun. Dalam buku Handbook of 200 Medicinal Plants, Dioscorides menggambarkan jahe sebagai obat pelancar pencernaan, pencahar, dan penangkal racun.

BACA JUGA: Lactarius deterrimus, Jamur yang Mengeluarkan Lateks Pahit

Selain itu, dalam teks Ayurveda (pengobatan kuno India), jahe bermanfaat sebagai obat peluruh dahak, menghangatkan tubuh, mengobati asma, mual, batuk, jantung berdebar, hingga wasir.

Dilansir Britannica, rempah ini sebagai rimpang yang luar biasa karena bersifat juga sebagai antijamur, anti-inflamasi, antibakteri, hingga antipasmodik. Di samping penggunaanya sebagai obat herbal, jahe juga bermanfaat sebagai bumbu masakan dan bahan pembuatan minuman.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

Top