Vibrisa Kucing, Bukan Kumis Biasa

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Kucing adalah binatang yang aktif di malam hari (nokturnal). Binatang peliharaan yang lucu dan menggemaskan ini memiliki salah satu indera yang sangat berguna dan unik, yakni kumis. Kumis atau misai atau vibrisa pada kucing sangatlah penting, mengingat kucing adalah binatang bertipe pelihat jarak jauh dan memiliki kesulitan untuk melihat objek yang dekat.

Vibrisa ini tak lebih dari sejenis rambut tebal dan panjang yang pada umumnya tumbuh di atas bibir atas. Namun, pentingnya kumis ini karena berakar ke dalam folikel yang dikelilingi oleh jaringan otot yang kaya sel saraf dan sel-sel sensorik. Sel-sel saraf pada akar ini akan terhubung secara langsung pada otak kucing.

Kumis pada kucing menjadi mekanisme sensoris yang sangat penting. Pola yang unik pada kumis menjadi pembeda dengan jenis kucing lainnya, layaknya sidik jari pada manusia. Fungsi utama kumis pada kucing adalah sebagai alat pemindai lingkungan sehingga kucing tidak perlu menyentuh objek tersebut secara langsung.

Tidak seperti kumis pada manusia, kumis pada kucing memiliki saraf-saraf yang sangat peka bahkan terhadap gerakan udara yang sangat kecil, baik di dalam maupun luar ruangan. Kondisi ini membuat kucing dapat mengetahui benda di sekitar mereka tanpa harus melihatnya. Hal ini bermanfaat juga untuk membantu “melihat” lebih jelas pada saat mereka berburu mangsa, terutama pada malam hari.

Karena kumisnya sangat peka, kucing bisa menentukan posisi dan gerakan dari suatu benda atau mangsa. Kumis ini juga membantu kucing mengukur lebar suatu celah sebelum ia memasukinya. Apabila kucing mengalami kebutaan pada mata, mereka akan mengandalkan kumisnya sebagai “mata” saat menentukan arah. Jika terjadi kerusakan pada kumis tersebut, kucing akan menjadi tidak nyaman dan untuk sementara waktu kucing tersebut akan kebingungan dan kehilangan arah.

Dari fungsi tersebut, para ilmuwan terinspirasi untuk merancang robot yang dilengkapi dengan sensor yang meniru kumis kucing. Sensor ini membantu robot berjalan melewati rintangan. Sensor ini disebut e-whiskersAli Javey, ilmuwan dari University of California, Berkeley, mengatakan bahwa sensor itu akan berguna dalam pengembangan robot di masa depan.

“Sensor itu akan digunakan untuk robot masa depan, sistem kendali pada mesin, dan alat lain yang berguna bagi manusia,” ucap Ali.

Penulis: ANP/G32

Top
You cannot copy content of this page