Virginia Creeper, Tanaman Hias yang Buahnya Beracun

Reading time: 2 menit
Tanaman ini mudah tumbuh di mana saja karena dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah serta iklim. Foto: Shutterstock

Tanaman Virginia Creeper atau Parthenocissus quinquefolia merupakan tanaman hias merambat yang berasal dari famili Vitaceae. Berkerabat dengan princess vine (Cissus sicyoides), Fox grape (Vitis labrusca), dan yang lainnya.

Di samping itu, tanaman virginia creeper memiliki banyak nama sinonim, di antaranya Ampelopsis hederacea var. murorum, Ampelopsis latifolia, Ampelopsis quinquefolia, Hedera quinquefolia, Parthenocissus hirsuta, Parthenocissus inserta, Parthenocissus quinquefolia var. hirsuta, Parthenocissus quinquefolia var. murorum, dan sebagainya.

Tanaman ini mudah tumbuh di mana saja karena dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah serta iklim. Seringkali tanaman ini hanya memerlukan sedikit perawatan saja tetapi harus rutin kita pangkas agar tumbuh secara teratur. Di samping itu, tanaman merambat ini dapat merusak permukaan yang dicat, seperti dinding, daun jendela, ataupun talang air karena cakram perekatnya.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Tanaman virginia creeper dapat tumbuh merambat hingga 15 meter, bergantung pada struktur tempat ia merambat. Tanaman ini merambat melalui sulur dengan cakram yang menempel pada permukaan kulit kayu ataupun batu.

Daun tanaman ini berjumlah 5 helai, namun terkadang berjumlah 3 hingga 7 helai dengan ujung yang runcing dan panjang daunnya mencapai 15 cm. Daun ini terlihat berwarna seperti awal musim gugur, kemudian berubah menjadi ungu muda, merah, dan ungu.

Di samping itu, bunga dari virginia creeper terlihat tidak mencolok, berukuran kecil, berwarna kehijauan, dan biasa muncul di awal musim semi. Sedangkan buahnya berdiameter sekitar 0,6 cm berwarna kebiruan seperti buah berry berisikan 2-3 biji dan matang di akhir musim panas.

Namun melansir berbagai sumber, buah virginia creeper dikatakan beracun bagi manusia dan tidak dapat dikonsumsi. Gejala yang akan timbul seperti mual, sakit perut, muntah darah dan diare, pupil mata membesar, sakit kepala, berkeringat, denyut nadi lemah, mengantuk, dan wajah berkedut. Sementara itu, burung-burung pemakan buah dan mamalia kecil bisa memakan buah ini.

Habitat dan Distribusi Virginia Creeper

Tanaman ini biasa kita temukan sebagai tanaman hias merambat di kebun rumah warga ataupun di gedung-gedung, hutan belukar, semak belukar, hutan terbuka, hutan teduh, dan tepi sungai. Distribusinya meliputi Quebec dan Ontario selatan, Guatemala, dan Amerika.

Kandungan dan Manfaat

Jaringan tanaman virginia creeper diketahui mengandung raphides yakni kristal berbentuk jarum kalsium oksalat sebagai monohidrat atau kalsium karbonat sebagai aragonit. Raphides tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang.

Tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai hiasan dinding luar rumah, pagar rumah, dinding bata atau batu bangunan, serta teralis besar. Efektif juga sebagai penutup tanah untuk menutupi tumpukan batu, tunggul atau untuk pengendalian erosi di lereng.

Taksonomi Virginia Creeper

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top