Enam Tips Membesarkan ‘Green Baby’

Reading time: 3 menit
Tips membesarkan green baby
'Green Baby' istilah yang digaungkan pecinta lingkungan untuk orang tua yang membesarkan bayi dengan gaya hidup ramah lingkungan. (Foto: Shutterstock)

Setiap orang tua tentu gembira ketika menyambut kedatangan bayi. Bukan hanya orang tua bayi, keluarga besar hingga kerabat ikut merayakan kehadiran anggota keluarga termungil ini. Tidak heran bila keluarga dan kerabat lantas membanjiri si bayi dengan beragam hadiah.

Sudah awam ketahui bila membesarkan bayi membutuhkan beragam perkakas. Hanya saja, banyak dari perkakas ini akan berujung di tempat pembuangan akhir (TPA). Zero Waste Canada mencatat 190ribu car seat dibuang ke TPA tiap tahunnya. Negara sirup maple ini juga membukukan 4juta popok sekali pakai yang dihempaskan ke tempat sampah. Setiap popok sekali pakai membutuhkan 500 tahun untuk terurai.

Dari masifnya timbulan sampah saat membesarkan bayi, pegiat lingkungan hidup menawarkan sejumlah solusi. Istilah ‘green baby’ digaungkan sebagai tanda orang tua bayi yang berusaha mengurangi timbulan sampah. Menyadur pakar sustainable living Katherine Martinko dari Tree Huggers, Greeners merangkum enam tips membesarkan green baby.

1. Popok Kain Langkah Utama Membesarkan Green Baby

Green Baby

Popok kain: langkah utama membesarkan ‘green baby’. (Foto: Shutterstock).

Bukan rahasia lagi, popok sekali pakai merusak lingkungan. Untuk itu, mengganti popok sekali pakai adalah langkah utama untuk memangkas limbah yang dihasilkan saat membesarkan bayi. Katherine menawarkan popok kain sebagai solusi.

Agar menghemat biaya, Anda bisa mencari popok kain bekas. Biasanya orang tua dengan bayi yang sudah beranjak besar akan menjual kembali popok kain bekas.

Agar lebih maksimal, pilih lapisan popok kain yang dapat dicuci kembali, bukan yang sekali pakai. Untuk mengurangi penggunaan popok secara keseluruhan, lanjut Katherine, ajari bayi Anda untuk menggunakan toilet sedini mungkin.

Baca juga: 8 Tips Berkebun bagi Pemula

2. Ganti Tisu Bayi Sekali Pakai dengan Waslap

green baby

Ganti tisu bayi sekali pakai dengan waslap. (Foto: Shutterstock).

Walaupun sangat memudahkan dalam pembersihan area sensitif bayi, tisu bayi juga berbahaya bagi lingkungan. Sebaiknya ganti tisu bayi dengan waslap. Katherine menyarankan penggunaan air, sabun atau campuran alami dari sabun organik dan minyak esensial untuk melembabkan waslap. Anda bisa mencuci waslap bersama popok kain.

3. Pilih Produk Perawatan Kulit Bayi yang Tidak Dikemas dengan Plastik

green baby

Pilih produk perawatan kulit bayi yang tidak dikemas dengan plastik. (Foto: Shutterstock).

Produk perawatan kulit bayi kerap hadir dalam kemasan plastik. Walaupun tampak meyakinkan, namun sebenarnya penggunaan terlalu banyak produk tidak efisien.

“Kabar baiknya adalah, Anda tidak butuh sesuatu yang istimewa untuk menjaga kebersihan bayi. Pilih sabun batangan yang lembut, misalnya sabun yang mengandung minyak zaitun atau kamomil,” jelas Katherine.

4. Menyusui Bila Mampu

Selain bernutrisi tinggi, menyusui juga adalah pilihan paling ramah lingkungan untuk memberi makan bayi. Dengan menyusui, orang tua dapat menghindari beragam timbulan sampah. Mulai dari sampah kemasan, botol, kantong, dot dan peralatan untuk mensterilkan. Dengan menyusui, Anda pun memangkas banyak biaya.

5. Penuhi Gizi Green Baby dengan Masakan dari Rumah

membesarkan green baby

Penuhi gizi green baby dengan masakan dari rumah. (Foto: Shutterstock).

Selain menyusui, memasak makanan pendamping air susu ibu (MPASI) pun dapat mengurangi biaya membesarkan bayi. Biar bagaimana pun, makanan yang dimasak di rumah tentu lebih baik daripada makanan bayi kemasan yang dapat dibeli di toko.

“Seiring bertambah besarnya bayi saya, saya menggunakan penggiling tangan kecil yang untuk menumbuk apa pun yang dimakan anggota keluarga lainnya tepat di meja. Ini bekerja dengan sangat baik,” tutur Katherine.

Baca juga: Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Belajar Komposting

6. Pilih Mainan berkualitas

Membesarkan green baby

Pilih mainan berkualitas. (Foto: Shutterstock).

Banyak sekali mainan plastik yang rusak dengan begitu mudahnya. Setelah rusak, mainan ini pun berakhir di tempat sampah. Bayi dan balita sebenarnya tidak membutuhkan terlalu banyak mainan. Ketimbang mainan plastik yang cepat rusak, pilihlah mainan berkualitas yang tahan lama.

“Mainan kayu untuk bayi tumbuh gigi jauh lebih aman untuk digigit bayi daripada plastik impor yang murah,” ujar Katherine.

Penulis: Ridho Pambudi

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page