Holyfancy Hadirkan Tas Vegan dari Daun Kuping Gajah

Reading time: 2 menit
Tas ini berbahan alami dari daun kuping gajah. Foto: Material District

Produsen tas berkelanjutan asal Brasil, Holyfancy, telah menghadirkan koleksi tas vegan berdesain unik dan lain dari biasanya. Mereka menghadirkan koleksi tas bernama HolyByLeaf yang terbuat dari helaian daun kuping gajah raksasa asli Brasil. Mereka mengolah daun kuping gajah hingga menyerupai kulit alternatif, tanpa perlu mencampur seratnya dengan bahan lain.

“Struktur alami daun kuping gajah tetap terlihat pada tas HolyByLeaf dan kami sengaja mempertahankannya,” tulis Holyfancy dalam Material District. “Daun kuping gajah merupakan material yang kaya potensi dan menjanjikan di masa depan karena ia vegan, tahan air dan kuat. Material ini dapat mengubah masa depan industri fesyen menjadi lebih baik lagi.”

Untuk membuat tas HolyByLeaf, Holyfancy bekerja sama dengan penyamak kulit organik satu-satunya di dunia, Nova Kaeru, di Rio de Janeiro. Mereka mengolah kembali daun kuping gajah menjadi kulit alternatif yang sama kuatnya seperti kulit binatang. Tidak ada penambahan kimia dan pewarna sintetis dalam proses pembuatan kulit alternatif dari daun kuping gajah. Seluruh proses pembuatan dipastikan vegan, rendah jejak karbon dan juga minim penggunaan energi.

Meskipun terbuat dari material yang tidak biasa, tas kreasi Holyfancy yang satu ini tetaplah terlihat menarik. Koleksi HolyByLeaf sendiri terdiri dari berbagai jenis tas, mulai dari bum bag hingga tas ransel. Seluruh koleksi HolyByLeaf memiliki tampilan yang sporty dan kasual, sehingga cocok untuk kita gunakan sehari-hari.

Holyfancy Manfaatkan Beragam Barang Bekas

Tidak hanya memanfaatkan daun kuping gajah, Holyfancy juga membuat produk-produk tas dengan memanfaatkan beragam barang bekas. Selain memanfaatkan daun kuping gajah, mereka juga memanfaatkan ban bekas, botol PET bekas dan juga kain-kain sisa. Mereka juga membuat beberapa produk dengan memanfaatkan terpal bekas dan layar perahu bekas.

“Misi kami adalah untuk terus memberikan kehidupan kedua pada barang-barang bekas dengan mengubahnya menjadi produk fesyen yang fungsional,” tulis Holyfancy. “Kami juga ingin mempromosikan prinsip keberlanjutan untuk pembangunan ekosistem yang seimbang di masa depan.”

Untuk membuat seluruh produk tas mereka, Holyfancy menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek. Seluruh koleksi tas diproduksi secara sadar dengan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja lokal. Mereka juga hanya menggunakan bahan daur ulang dan vegan untuk memastikan keberlanjutan produk.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Material District

Situs Resmi Holyfancy

Top