Kimchi, Makanan Hasil Fermentasi Paling Menyehatkan Di Dunia

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: ist.

Rasa-rasanya, kimchi sudah tidak asing lagi, khususnya bagi generasi muda penggemar budaya populer Korea Selatan (K-Pop). Dalam berbagai drama dan film Korea, kimchi tidak pernah ketinggalan tampil dikonsumsi dalam adegan makan. Pun saat penyanyi Korea tampil di berbagai negara, mereka sudah hampir pasti meminta makanan hasil fermentasi ini ada dalam menu harian mereka.

Kimchi, disebut juga gimchi, kimchee, atau kim chee, adalah makanan tradisional Korea yang terbuat dari berbagai sayur dengan beragam bumbu, dan difermentasikan. Makanan ini biasanya terbuat dari sawi ‘napa’ atau sawi putih dan sayuran lain, seperti lobak, daun bawang, daun kucai, dan timun.

Foto: ist.

Tiga teknik memasak kimchi yang paling populer, yaitu kimchi jjigae, kimchi gook, dan kimchi bokkeumbap (kiri ke kanan). Foto: ist.

Dalam kuliner Korea, kimchi merupakan makanan pelengkap yang sangat populer. Selain itu, kimchi juga digunakan sebagai bahan utama dalam masakan populer Korea lainnya, seperti kimchi rebus (kimchi jjigae), sup kimchi (kimchi gook), dan nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap).

Kimchi sudah begitu meresap dalam kuliner Korea sampai-sampai Institut Penelitian Luar Angkasa Korea (KARI) mengembangkan kimchi khusus luar angkasa untuk menemani para astronot Korea dan Rusia dalam pesawat antariksa Soyuz. Codex Alimentarius Commission (Codex), sebuah badan standarisasi makanan yang diakui internasional, memilih kimchi Korea sebagai makanan dengan standar internasional melampaui kimchi Jepang pada tanggal 5 Juli 2001.

Foto: ist.

Kimchi dapat dimakan langsung atau diolah menjadi berbagai menu masakan. Di restoran yang menyajikan hidangan khas Korea di Indonesia, kimchi yang dihidangkan umumnya kimchi dari sawi putih dengan bumbu gochugaru. Foto: ist.

Kimchi dibuat dari beragam sayuran dan mengandung tinggi serat pangan, namun rendah kalori. Dalam satu sajian, kimchi memenuhi lebih dari 80% kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C dan karotin.

Kebanyakan kimchi mengandung bawang bombay, bawang putih, dan lada, yang mana semua bahan ini sangat bermanfaat bagi tubuh.

Sayur-sayuran yang diolah menjadi kimchi juga turut memenuhi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan. Kimchi kaya akan vitamin A, thiamine (B1), riboflavin (B2), kalsium, dan zat besi, serta mengandung sejumlah bakteri asam laktat yang disebut sebagai kimchi Lactobacillus.

Majalah kesehatan Health bahkan memasukan kimchi dalam daftar lima “Makanan Tersehat di Dunia” karena makanan ini kaya akan vitamin, membantu sistem pencernaan, dan bahkan mengurangi pertumbuhan kanker.

Salah satu hasil penelitian dari Seoul National University mengklaim bahwa ayam yang terinfeksi dengan virus H5N1, atau dikenal sebagai flu burung, pulih setelah makan makanan yang mengandung bakteri yang sama yang terdapat dalam kimchi.

Saat penyakit SARS mewabah di Asia pada tahun 2003, banyak orang yakin bahwa kimchi dapat memberikan perlindungan melawan infeksi, sekalipun belum ada bukti ilmiah yang mendukung pendapat ini.

Namun, pada Mei 2009, Institut Penelitian Makanan Korea, sebuah organisasi penelitian makanan milik pemerintah Korea menyatakan, bahwa mereka melakukan sebuah penelitian yang lebih besar terhadap 200 ekor ayam untuk mendukung teori bahwa kimchi meningkatkan imunitas ayam terhadap virus tersebut.

(G08)

Top
You cannot copy content of this page