Lima Manfaat Kesehatan Memelihara Tanaman dalam Rumah

Reading time: 3 menit
Lima Manfaat Kesehatan Memelihara Tanaman dalam Rumah
Greeners menyadur lima manfaat kesehatan mengoleksi tanaman dalam rumah. Foto: Shutterstock.

Tren berkebun dan mengoleksi tanaman dalam rumah semakin pesat di masa pandemi. Ternyata, kebiasaan merawat tanaman di dalam rumah sudah berlangsung sejak zaman Yunani dan Romania, lho. Melansir Tree Huggers, dari masa ke masa tanaman dalam ruangan begitu populer. Tahukah Anda, tren memelihara tanaman dalam ruangan yang sudah berlangsung berabad-abad ini tidak hanya sekadar upaya dekorasi ruangan, namun juga baik untuk kesehatan.

Kali ini, Greeners menyadur tulisan Melissa Breyer, pakar gaya hidup berkelanjutan, tentang lima manfaat merawat tanaman di dalam rumah. Tidak tanggung-tanggung, salah satu referensi Melissa adalah wahana antariksa Amerika Serikat, NASA. Apa saja kah manfaat tanaman dalam ruangan bagi kesehatan? Simak artikel berikut ini.

1. Tanaman dalam Rumah Memberi Manfaat untuk Kesehatan Pernapasan

Sudah kita pelajari sejak di bangku sekolah dasar: ketika mengambil napas kita akan menyerap oksigen ke dalam tubuh, saat membuang napas kita menghembuskan karbon dioksida. Proses sebaliknya terjadi ketika tanaman berfotosintesis. Mereka menyerap karbon dioksida dan memproduksi oksigen. Dus, tanaman membantu menaikkan level oksigen di dalam ruangan. Tubuh kita pun mengapresiasi ini. Inilah manfaat kesehatan pertama merawat tanaman di dalam rumah.

Perlu digarisbawahi, tanaman berhenti berfotosintesis pada malam hari. Sama seperti manusia, mayoritas tanaman di malam hari menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Namun, jangan khawatir. Bila Anda masih ingin merawat tanaman di kamar tidur Anda, Anda bisa memilih tanaman yang membalikkan proses tadi. Tanaman seperti anggrek, succulent dan bromelia epifit aman untuk Anda taruh di kamar tidur. Malah, mereka akan memastikan kadar oksigen di kamar Anda.

2. Membantu Cegah Penyakit

Di luar ruangan, akar tanaman menyerap air yang kemudian akan menguap di daun, proses yang melembapkan udara ini dinamakan transpirasi.  Penelitian menunjukkan proses transpirasi udara menyumbang 10 persen dari kelembapan di atmosfir bumi.

Sama halnya dengan di luar ruangan, transpirasi juga akan terjadi di dalam rumah yang menyimpan tamanan. Walaupun hal ini mungkin tidak terdengar seperti ide yang bagus bagi Anda yang tinggal di daerah dengan kelembapan tinggi, namun penelitian dari Agricultural University Norwegia menemukan memelihara tanaman dalam ruangan mengurangi risiko kulit kering, pilek, sakit tenggorokan dan batuk kering. Penelitian lain menyebutkan, tingginya kelembapan udara dalam ruangan dapat membantu untuk mengeliminasi transmisi virus flu.

3. Membersihkan Ruangan

Wahana antariksa Amerika Serikat NASA menginisiasi beragam penelitian guna mengetahui kualitas udara di dalam ruangan. Tentu saja penelitian ini sangat penting bagi para astronot yang menghabiskan waktu di dalam pesawat ruang angkasa. Penelitian dari NASA ini kemudian menekankan pentingnya tanaman dalam ruangan untuk meningkatkan kualitas udara dan menurunkan level uap toksik dalam gedung yang tertutup rapat — seperti halnya di dalam pesawat ruang angkasa.

Ketika mengaitkan antara tanaman dan penjelajahan luar angkasa, NASA mencatat bila tanaman selain memenuhi nutrisi ketika dikonsumsi juga meninggikan kualitas udara dalam ruangan. Lebih jauh, beberapa tanaman yang baik untuk mengeliminasi polusi dalam ruangan menurut NASA di antaranya peace lily, english ivy, daisy garbera, lidah mertua, bambu palem, dan azalea. NASA percaya, dengan memelihara tanaman tersebut di dalam rumah niscaya membawa manfaat kesehatan.

Baca juga: Nike Luncurkan Jersey dari Limbah Plastik untuk Liverpool

4. Tanaman dalam Rumah Memberi Manfaat Kesehatan bagi Pasien dalam Proses Penyembuhan

Walaupun terkesan klise, namun membawa bunga maupun tanaman ketika mengunjungi teman yang sedang dirawat di rumah sakit ternyata sangat disarankan. Sebuah penelitian merekomendasikan tanaman sebagai pengobatan komplementer yang efektif dan terjangkau. Penelitian yang dilakukan oleh Kansas State University ini menemukan pasien yang baru saja selesai dioperasi menunjukkan perbaikan kondisi yang signifikan ketika memandangi tanaman. Salah satu tanda perbaikan yang dapat terindikasi adalah menurunnya tekanan darah, tingkat kecemasan, dan tingkat kelelahan jika dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki tanaman di ruang perawatan.

Bahkan, salah satu metode yang ditawarkan bagi pasien untuk memangkas waktu penyembuhan adalah terapi hotikultura. Dalam terapi ini pasien bertanggung jawab untuk merawat tanaman. Pasien yang berinteraksi dengan tanaman dapat menghabiskan waktu lebih sedikit di rumah sakit ketika masa penyembuhan.

5. Membantu Anda Bekerja Lebih Baik

Sudah banyak penelitian yang menemukan belajar maupun bekerja di hadapan tanaman memberikan efek positif yang dramatis. Sama halnya dengan berada di alam bebas, bekerja dikelilingi oleh tanaman, akan meningkatkan konsentrasi, memori dan produktivitas.

Menurut penelitian dari Universtiy of Michigan, berada dalam pengaruh tanaman dapat meningkatkan memori sebesar 20 persen. Selain itu, dua penelitian dari Norwegia juga menemukan bekerja di sekitar tanaman menambah produktivitas pekerja kantoran. Penelitian ini menemukan pekerjaan yang dilakukan di bawah pengaruh alam maupun tanaman ornamental memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi, dengan keakuratan yang juga tinggi, dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan tanpa kehadiran aspek alami seperti tanaman.

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page