Livia Firth Kenakan Gaun Dari Plastik Daur Ulang

Reading time: 2 menit
(kiri-kanan) Penampilan Sarah Jessica Parker serta Livia dan Colin Firth dalam "red carpet" Met Gala 2015. Baik Sarah maupun Livia mengenakan gaun ramah lingkungan. Foto: www.ecouterre.com

Kemeriahan acara Met Gala 2015 yang terselenggara di New York dihangatkan oleh kehadiran produser film, Livia Firth yang datang bersama suaminya, Colin Firth. Livia dengan percaya diri menampilkan keunikan gaun merahnya di saat semua artis sedang beramai-ramai berpose di depan kamera.

Seperti dilansir dari ecouterre.com, keunikan dari gaun yang digunakan oleh wanita dengan julukan “Queen Of The Green Carpet” ini terdapat pada kainnya yang terbuat dari benang “Newlife” yang merupakan hasil daur ulang dari botol plastik bekas.

Desain gaun yang dikenakan Livia Firth hasil rancangan Antonio Berardi. Foto: www.ecouterre.com

Desain gaun yang dikenakan Livia Firth hasil rancangan Antonio Berardi. Foto: www.ecouterre.com

Menurut informasi dari WWD.com, gaun merah karya Antonio Berardi ini merupakan rancangan pertama yang dibuat Berardi untuk Livia pada proyek Green Carpet Challenge tahun 2012 lalu. Desain gaun ini sendiri terinspirasi dari film “Evergreen” tahun 1934.

“Antonio tahu aku menyukai gaun, jadi dia membuatkannya dan memberikan sentuhan bordiran Cina di gaun ini,” kata Firth. Ia juga menambahkan, “Acara Met memiliki tempat khusus di hati saya karena kita bisa membuka potensi dan kreatifitas untuk Green Carpet Challenge.”

Livia Firth dikenal mendukung gerakan eco fashion. Ia pun menginisiasi proyek Green Carpet Challenge yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2010 untuk mempromosikan keberlangsungan (sustainability), etika (ethics), dan kesejahteraan sosial (social welfare) dalam setiap gelaran red carpet.

Untuk diketahui, benang “Newlife” merupakan benang polyester yang ramah akan lingkungan. Benang produksi Italia ini terbuat dari 100 persen botol plastik bekas yang didaur ulang. Benang ini diproses menggunakan mesin ketimbang bahan kimia, yang mana proses pemintalan dan pewarnaannya hemat energi dan air serta mengurangi emisi karbon (CO2) dibandingkan proses produksi benang polyester biasa.

Penulis : Gloria Safira

Top
You cannot copy content of this page