Pengalaman Tak Terlupakan Ernest Syarif, Bersama Sang Istri Bersepeda 1000 Km

Reading time: 4 menit

Foto : Ernest Syarif (dok. pribadi)

Perjalanan #BersepedaJktDps ini juga sangat menantang bagi Ernest dan Nirina, salah satunya pada jalur Semarang menuju Solo dengan tanjakan-tanjakan tajamnya.

“Ketika sampai di Semarang kami disambut oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ibu Atikoh istrinya yang ternyata seorang cyclist sejati yang cukup kuat di tanjakan Uness Semarang dan kurang lebih berjarak 10 kilometer dengan ketinggian yang luar biasa. Kami diantar oleh rombongan Pak Ganjar dan Ibu serta club sepeda lokal dalam perjalan sampai Ungaran,” kata Ernest.

Sesampainya di Solo pada tanggal 12 Juni, Ernest dan Nirina sempat merayakan ultah ke tujuh anak kedua mereka Elzo Jaydo Anvaya bersama beberapa sahabat.

Menikmati Jalur Seru

Ernest melanjutkan, ketika memasuki Jawa Timur, Ia dan Nirina sangat menikmati beberapa jalur seru, salah satunya Alas Roban dan jalur Paiton karena kondisi rolling (jalur naik turun, red.) yang menarik. “Kemudian melewati Baluran salah satu jalur favorit dengan tanjakan-tanjakan spesial,” ujarnya senang.

Sesampainya di Banyuwangi Ernest dan Nirina bertemu rombongan Kepala Bidang Pariwisata Banyuwangi yang juga mengantarkan rombongan sampai ke pelabuhan Ketapang untuk menyebrang menuju Gilimanuk.

“Di hari ke 11 sesuai dengan jadwal kami telah menyebrang sampai Pulau Dewata, dan di hari ke 12 kami menjalani rute terakhir Jembrana menuju Denpasar yang merupakan jalur favorit saya karena banyak tanjakan, tikungan, dan turunan yang tajam,” lanjut Ernest.

Namun di penghujung rute, Ernest harus mengakhiri perjalanan #BersepedaJktDps, karena sesampainya di Tabanan, yang berjarak kurang lebih 40 km dari garis finis di Denpasar, Rd dan Pulley (bagian pendukung mekanik gir sepeda, red.) sepeda Ernest patah.

Top