Polusi Suara Picu Terjadinya Stres hingga Hipertensi

Reading time: 2 menit
Polusi suara dapat memicu hipertensi dan kekentalan darah. Foto: Shutterstock

Kebisingan hampir selalu ada di sekitar kita. Meskipun terlihat sepele, kebisingan yang berlebih rupanya dapat menimbulkan polusi suara. Polusi atau pencemaran suara terjadi ketika suara-suara yang tidak diinginkan memasuki lingkungan hingga mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitarnya.

Banyak orang tidak menyadari bahwa polusi suara juga memiliki dampak yang sama berbahayanya seperti polusi udara, terutama terhadap kondisi kesehatan.

Melansir dari situs Medical News Today, polusi suara dapat memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Kebisingan yang berlebih dapat menyebabkan gangguan pendengaran seperti tinnitus, distorsi pendengaran, hingga ketulian total.

Selain itu, sebuah penelitian dari India juga menunjukkan bahwa pencemaran suara dapat memicu terjadinya hipertensi dan meningkatkan kekentalan darah. Hal tersebut dapat menyebabkan kemunculan penyakit lanjutan lainnya, seperti penyakit kardiovaskular yang berbahaya.

Tak berhenti sampai di situ, sebuah penelitan yang terbit dalam jurnal Environmental Health Perspective menunjukkan bahwa polusi suara juga dapat memicu terjadinya kecemasan dan stres berlebih. Orang yang hidup dengan pencemaran suara mungkin merasa mudah tersinggung, gelisah, frustrasi atau marah.

Selain itu, kebisingan berlebih juga dapat menimbulkan gangguan tidur sehingga kualitas tidur pun dapat menurun. Kualitas tidur yang rendah dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi pikiran, emosi dan kesehatan fisik.

Sebuah studi pada tahun 2014 juga membuktikan bahwa polusi suara dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen pada anak-anak, termasuk ketidakmampuan untuk mendengar suara pada frekuensi tertentu.

Kemudian, paparan terhadap kebisingan yang berlebih juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada anak-anak, seperti sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan komunikasi, serta menurunkan kinerja kognitif.

Mengurangi Paparan Terhadap Polusi Suara

Untuk mengurangi risiko terjadinya beragam permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh polusi udara, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Mengurangi paparan terhadap kebisingan berlebih dapat kita lakukan dengan cara menurunkan volume suara dari perangkat media, mematikan peralatan elektronik yang bising jika tidak terpakai, serta mengurangi penggunaan gadget yang berlebih.

Menambahkan karpet serta gorden juga terbukti cukup ampuh dalam mengurangi kebisingan. Jika polusi suara tidak dapat dihindari ada baiknya untuk segera menggunakan ear plug atau pelindung telinga.

Jika polusi suara sudah mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter terdekat. Kita juga dapat mencoba melaporkan kebisingan yang berlebihan kepada otoritas lokal jika kebisingan sudah melanggar batas hukum. Ini dapat mencakup kebisingan yang berasal dari acara di luar ruangan, lokasi konstruksi atau lokasi bisnis.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Medical News Today

Top

You cannot copy content of this page