Putus Rantai Penyebaran Covid-19 dengan Melakukan 3T

Reading time: 2 menit
Foto: Shutterstock

Pandemi Covid-19 masih belum menemukan titik terang hingga saat ini. Sampai sekarang, penyebaran Covid-19 di Indonesia masih terus berlanjut. Berdasarkan informasi yang Greeners peroleh dari situs resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), hingga 6 Juli 2021, kasus positif corona di Tanah Air telah mencapai 2.345.018 kasus.

Guna menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia, hingga saat ini pemerintah gencar memberikan edukasi mengenai perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga sudah memulai program vaksinasi bagi para penduduk guna memerangi virus corona.

Tak hanya dengan menerapkan 3M dan melakukan vaksinasi, rupanya rantai penyebaran Covid-19 juga dapat kita hentikan dengan cara melakukan 3T. Menurut Theresia Irawati, SKM, M. Kes, Kasie Penyebarluasan Informasi Kesehatan, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI, 3T sendiri merupakan singkatan dari testing, tracing, dan treatment. Tiga langkah tersebut penting untuk kita lakukan guna memutus rantai penularan Covid-19.

“Meski demikian, penerapan 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, karena masyarakat lebih mengenal 3M,” ujar Theresia dalam situs resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI.

Langkah Pertama untuk Hentikan Penyebaran Covid-19: Testing

Menurut Theresia, langkah pertama dari 3T yang dapat kita lakukan guna menghentikan penyebaran Covid-19 yaitu testing atau tes. Penting bagi kita untuk rutin melakukan tes Covid-19, terutama jika kita telah melakukan kontak erat dengan penderita Covid-19. Ada tiga jenis tes yang dapat kita lakukan untuk mendeteksi virus Covid-19, yaitu Gennose, Swab Antigen dan Swab PCR. Tes tersebut dapat kita lakukan dengan cara mengunjungi Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat lainnya.

Meskipun tahapan ini bersifat krusial, rupanya masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena masih adanya stigma buruk terhadap pasien penderita Covid-19. Tak sedikit masyarakat merasa takut dan malu jika mereka terbukti positif terserang Covid-19. Akibatnya, penyebaran Covid-19 di Indonesia pun masih sulit untuk dikendalikan.

“Melakukan tes sangat penting agar tindakan lebih lanjut atau perawatan dapat dilakukan dengan cepat. Dengan melakukan testing, potensi penularan dapat diperkecil,” papar Theresia.

Langkah Kedua: Tracing

Jika Sobat Greeners terkonfirmasi positif Covid-19, maka langkah selanjutnya yang harus Sobat Greeners lakukan yaitu melakukan tracing atau telusur. Menurut Theresia, tracing merupakan proses identifikasi mengenai siapa saja orang-orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Langkah ini sangat penting untuk kita lakukan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Maksud dari kontak erat adalah orang yang berdekatan dengan pasien Covid-19 dalam radius satu meter selama lebih dari 15 menit dalam dua hari terakhir,” jelas Theresia.

Untuk melakukan proses tracing atau penelusuran, ada tiga hal yang perlu kita lakukan. Pertama, segera identifikasi waktu dan tempat ketika orang-orang melakukan kontak dengan pasien Covid-19. Kedua, segera informasikan orang-orang mungkin terpapar virus Covid-19. Terakhir, mengisolasi orang-orang yang terjangkit virus Corona guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut.

Langkah Ketiga: Treatment

Treatment atau tindak lanjut merupakan perawatan yang diberikan kepada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Terdapat dua jenis treatment atau perawatan yang tersedia bagi pasien Covid-19, yakni isolasi di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah bagi pasien yang tidak bergejala. Penyebaran Covid-19 tentunya dapat terhenti jika proses treatment pada pasien Covid-19 terlaksana secara baik dan benar.

“Bagi yang bergejala seperti demam, batuk, sesak nafas atau flu, perawatan sebaiknya dilakukan di rumah sakit. Bagi yang melakukan isolasi mandiri, harus disiplin selama 14 hari dengan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), selalu bergembira dan bersyukur agar segera pulih kembali,” jelas Theresia.

Penulis: Anggi R. Firdhani

 

Top
You cannot copy content of this page