Kenali dan Cegah Diabetes Mellitus Sedini Mungkin

Reading time: 2 menit
diabetes mellitus
Penyakit Diabetes Milletus dapat dikelola untuk meminimalisir dampak buruknya, salah satunya dengan melakukan pemantauan kadar gula darah. Ilustrasi: pixabay.com

(Greeners) – Dunia memperingati Hari Diabetes setiap tanggal 14 November. Meski demikian, banyak yang tidak mengetahui apa dan bagaimana penyakit ini bisa menjangkit seseorang.

Diabetes mellitus atau yang lebih dikenal dengan kencing manis merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kematian akibat penyakit ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kematian akibat kanker payudara ditambah AIDS sekaligus.

Lewat laporan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia WHO misalnya, tercatat total 422 juta orang terdiagnosis diabetes pada tahun 2014. Angka tersebut empat kali lipat jika dibandingkan kejadian yang sama pada pada tahun 1980. Belum lagi angka kematian yang sampai menyentuh angka 3,7 juta orang per tahunnya.

Dari fakta tersebut bisa dipastikan bahwa diabetes mellitus menjadi salah satu penyakit yang tidak bisa dianggap sebelah mata dan harus segera dicegah sedini mungkin sebelum terlambat.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Sandra Utami Widiastuti, SpPD menjelaskan diabetes mellitus adalah keadaan dimana tubuh tidak menggunakan atau memproduksi hormon insulin dengan baik. “Jika terjadi peningkatan kadar gula darah akan mengakibatkan komplikasi yang dapat merusak ginjal, mata, jantung, pembuluh darah dan saraf,” jelasnya saat ditemui di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk.

Diabetes mellitus berasal dari kata diabere artinya tabung untuk mengalirkan cairan dari satu tempat ke tempat lain dan mellitus artinya madu. Diabetes mellitus (DM) umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2.

Meski relatif lebih jarang ditemukan, DM tipe 1 bisa dikatakan lebih berbahaya karena selain penyebabnya yang tidak diketahui (idiopatik), para penderitanya umumnya terdiagnosis pada keadaan klinis yang berat. DM tipe ini menyerang sistem imun penderitanya sehingga mengalami kehancuran sel beta yang menyebabkan kadar insulin dalam tubuh menjadi sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sementara pada DM tipe 2, secara statistik tipe ini yang paling banyak menelan korban jiwa. Pola hidup yang buruk, makan tidak teratur dan rendah gizi akan memperbesar kemungkinan DM tipe 2 menyerang, selain juga faktor keturunan.

“Orang yang memiliki keluarga kandung yang terjangkit DM memiliki resiko yang lebih besar terjangkit dibandingkan yang tidak,” kata Sandra.

Berbeda Tipe Namun Gejala Sama

Sandra menyatakan bahwa kedua tipe DM ini tidak memiliki keterkaitan atau berbeda satu dengan lainya. DM tipe 1 menyerang orang pada segala usia, balita sekalipun. Sementara pada DM tipe 2 umumnya menyerang orang dengan usia diatas 40 tahun, namun belakangan ditemui pula penderita DM tipe 2 pada usia belasan tahun.

Meski berbeda, kedua tipe DM ini memiliki gejala yang sama. Letih dan lemas, kesemutan pada jari tangan dan kaki, gatal-gatal terus-menerus, penglihatan menjadi kabur dan gairah seks yang menurun bisa menjadi tanda seseorang mulai terkena DM. Selain itu tingkat kadar gula darah juga bisa menjadi petanda yang paling jelas bagi seseorang yang terkena diabetes, dimana dalam tingkat normal gula darah berada diangka kurang dari 140 mg/dL.

“Namun ada kondisi yang kita sebut juga pradiabetes, yaitu saat gula darah menyentuh angka 140-199 mg/dL. Itu harus sudah ekstra waspada sebelum akhirnya sampai diatas 200. Kalau sudah diatas angka tersebut bisa dipastikan terkena diabetes,” ujar Sandra.

Sejatinya DM memang penyakit yang sangat beresiko, namun langkah pencegahan bisa menjadi solusi dini yang baik, khususnya bagi mereka yang sudah masuk tahap pradiabetes. Sandra menjelaskan, ada lima pilar pengelolaan DM untuk meminimalisir dampak buruknya. Lima pilar pengelolaan DM ini adalah kenali DM, perencanaan makanan, latihan fisik, obat-obatan, dan pantau gula darah mandiri.

“Waspadai komplikasi DM dengan mengendalikan kadar gula darah seoptimal mungkin dengan cara melakukan pemeriksaan berkala, mengatur diet makanan yang baik dan sesuai bagi penderita DM, olahraga teratur serta berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui obat-obatan yang perlu dikonsumsi secara rutin,” kata Sandra mengingatkan.

Ayo, kenali dan cegah diabetes mellitus sedini mungkin!

Penulis: AT/G39

Top
You cannot copy content of this page