Sandrina Malakiano: Peduli Lingkungan Berikan Kepuasan Batin

Reading time: 2 menit
Sandrina Malakiano
Foto: Instagram @smalakiano

Mungkin banyak yang sudah tak asing dengan sosok perempuan bernama Sandrina Malakiano. Mantan anchor salah satu media televisi sejak tahun 2000-an ini memiliki banyak pengalaman di bidang jurnalistik dan penyiaran.

Pada 2000 hingga 2006, Sandrina menjadi presenter berita di stasiun televisi swasta Metro Tv. Ia telah menorehkan berbagai prestasi dan penghargaan, salah satunya sebagai juara dua presenter berita terbaik dalam ajang Asian Television Awards di Singapura tahun 2002.

Di pertengahan 2006, ia memutuskan untuk berhenti dari dunia jurnalis. Setelah lama vakum menjadi presenter, Sandrina kini tengah disibukkan dengan beberapa kegiatan dan menjadi konsultan politik. Ia juga mengelola bisnis rumah makan yang diberi nama Abuella Café di Tangerang Selatan.

Baca juga: Arifin Putra: Ubah Gaya Hidup untuk Bumi yang Berkelanjutan

Kepeduliannya terhadap lingkungan membuat Sandrina memutuskan untuk menerapkan program “Say No Single Use Plastic” di restorannya itu. Ia mengatakan sampah organik dan non organik yang dihasilkan dari rumah makan sangat banyak. Berbagai bahan baku, kata dia, masih banyak yang dikemas menggunakan plastik. Terlebih, jika ada makanan yang dibawa pulang (take away) juga menggunakan wadah plastik sekali pakai. Sandrina pun berinisiatif untuk mengubah kebiasaan itu.

“Mulai dari sekarang sudah tidak akan ada air mineral dalam kemasan plastik, tidak ada lagi sedotan plastik. Kemasan yang dipakai menggunakan kertas,” ujar Sandrina saat ditemui Greeners di Jakarta Selatan, Jumat, (28/02/2020).

Ia menambahkan, sebagai pelaku usaha harus tegas kepada produsen dan konsumen. Ketika diberikan pilihan, misalnya, apakah ingin menggunakan plastik berbayar, tentu masyarakat akan memilih plastik berbayar. Menurutnya justru alternatif pilihan tersebut tidak perlu diberikan.

Sandrina Malakiano

Foto: Instagram @smalakiano

Ia mengatakan, produsen juga harus dipaksa untuk menerapkan pengurangan plastik sekali pakai. Ia juga mengusulkan pemberian sanksi secara bertahap jika ada yang melanggar. Sedangkan bagi pembeli, mereka juga perlu berpartisipasi mengurangi. “Jadi betul-betul tidak ada kantong plastik, harus bawah wadah sendiri,” kata dia.

Selain itu, perempuan 48 tahun ini juga telah menerapakan gaya hidup minim sampah dengan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai, serta membuat kompos di rumah secara  mandiri.

Baca juga: Koalisi Pemuda Hijau: Bersinergi Membangun Lingkungan

Ia mencontohkan, kalau terpaksa menggunakan plastik sekali pakai sebaiknya tidak membuangnya langsung. Plastik dapat dikumpulkan dan digunakan lagi berkali-kali. Ia juga menyarankan plastik tersebut dapat langsung dikirim ke bank sampah untuk didaur ulang.

Dengan melakukan hal yang sederhana untuk lingkungan, lanjut Sandrina, hal itu merupakan suatu keuntungan yang tidak pernah tergantikan. Seorang individu akan mendapatkan kepuasan batin karena melakukan sesuatu untuk bumi. Menurutnya dengan berefleksi ke dalam diri dapat memunculkan kepedulian terhadap Bumi.

“Memang perlu usaha dan tenaga, tapi bisa dilakukan kalau memang mau peduli. Banyak yang bisa dilakukan, mulai dari sekarang jangan tunggu nanti,” kata dia.

Penulis: Ridho Pambudi

Top
You cannot copy content of this page