Batu Bata dari Debu dan Plastik Daur Ulang Karya Perusahaan India

Reading time: 3 menit
batu bata dari debu
Batu Bata dari Debu dan Plastik Daur Ulang dari Perusahaan India. Foto: archello.com/Ketan Patel.

Perusahaan India, Rhino Machine, mengkreasikan debu dan plastik ulang menjadi batu bata. Pemerintah India pun mendukung inovasi ini. 

India saat ini menyumbang 10% dari produksi dunia dalam industri pengecoran dan penempaan. Debu karbon dan residu dari limbah daur ulang negara itu membentuk hampir 4,3 juta metrik ton limbah yang terbuang setiap tahun.

Ini termasuk juga pembuangan plastik campuran dari seluruh negeri. Tentu saja jumlah ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan berdampak besar.

Sampah plastik campuran ini berasal dari rumah sakit, industri, dan masyarakat pada umumnya. Hasilnya adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah muncul setiap beberapa kilometer di kota-kota besar.

Faktor-faktor inilah yang mendorong tim Rhino Machines dalam inovasinya akan batu bata dari debu.

Batu Bata dari Debu dan Plastik Daur Ulang

Perusahaan yang berbasis di India, Rhino Machines telah meluncurkan Silica Plastic Blocks yang merupakan batu bata bangunan berkelanjutan yang terbuat dari daur ulang debu pengecoran atau limbah pasir (80%) dan plastik campuran (20% limbah).

Proyek ini bekerja sama dengan r+d labs, yang merupakan sayap penelitian dari firma arsitektur R+D Studio.

batu bata dari debu

Batu bata alternatif ini lebih kuat dari batu bata konvensional. Foto: archello.com/Ketan Patel.

Berawal dari Eksperimen Bata Fly Ash

Proyek ‘Silica-Plastic Block’ berusaha untuk menemukan solusi dari masalah lingkungan. Mereka memulai dengan mandat yang jelas, yaitu mencapai nol limbah dari bagian reklamasi pasir di Pabrik Pengecoran Rhino Machines.

Pada tahap awal, mereka melakukan eksperimen dengan menggunakan pengecoran debu pada bata fly ash berikat semen (dengan kandungan 7-10% sampah daur ulang) dan bata lempung (dengan kandungan 15% sampah daur ulang).

Percobaan tersebut membutuhkan penggunaan sumber daya alam seperti semen, tanah subur dan air. Namun, jumlah sumber daya alam yang terpakai jauh lebih banyak daripada limbah yang dapat terdaur ulang.

Lebih Kuat dari Batu Bata Biasa

Uji coba ini menghasilkan lebih banyak penelitian oleh tim riset dan pengembangan internal. Mereka lalu menemukan kemungkinan mengikat debu pasir atau pengecoran dengan plastik.

Dengan menggunakan plastik sebagai bahan pengikat, kebutuhan akan air selama pencampuran dan pengawetan setelahnya bisa tereliminasi.

‘Silica-Plastic Block’ dapat langsung digunakan setelah pendinginan dari proses pencetakan. Balok-balok plastik ini mereka buktikan 2,5 kali lebih kuat dari batu bata merah biasa dan mengonsumsi sekitar 70% hingga 80% debu pengecoran dengan 80% lebih sedikit penggunaan sumber daya alam.

Baca juga: Peneliti Afrika Selatan Gagas Batu Bata Berbahan Urine

Timbal Balik dari Masyarakat, untuk Masyarakat

batu bata dari debu

Paving block dari debu dan plastik daur ulang ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah India. Foto: archello.com/Ketan Patel.

Dengan pengujian dan pengembangan lebih lanjut, Rhino Machines menyiapkan cetakan yang lebih baru untuk menguji blok-blok ini sebagai paving block.

Dalam kurun waktu empat bulan, berbagai pihak seperti rumah sakit, masyarakat, perorangan, organisasi kemasyarakatan, dan perusahaan kota setempat mereka dekati untuk menyediakan plastik.

Mereka mendapatkan total enam ton sampah plastik dan enam belas ton debu dan pasir dari industri pengecoran. Setelah itu mereka kumpulkan untuk proses daur ulang.

‘Silica-Plastic Block’ adalah hasil dari produk limbah, maka dari itu biaya produksinya kompetitif dan dapat dengan mudah bersaing dengan bata lempung merah yang biasanya tersedia atau Concrete Masonry Unit (CMU).

Rhino Machines saat ini bersiap menghasilkan solusi yang membentuk ekosistem sehingga pengecoran di seluruh negeri dapat mengembangkan dan mendistribusikan ‘Silica-Plastic Block’ ini melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Program ini merupakan inisiatif Pemerintah India bagi bisnis untuk melakukan tujuan filantropi dengan memberikan kembali kepada masyarakat. ‘Silica-Plastic Block’ dapat Anda gunakan untuk membangun tembok, toilet, kampus, sekolah, puskesmas, paving block, jalan dan lainnya.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Architects Diary

Archello

 

Top
You cannot copy content of this page