Desain Interior dari Barang Bekas

Reading time: 2 menit
barang bekas
Design Work Group memanfaatkan barang-barang bekas menjadi berbagai furnitur kantor yang penuh gaya. Foto: Bhavesh Raghavani/Inhabitat.com

Anggaran yang terbatas terkadang menyulitkan kita untuk mengerjakan sesuatu, namun hal ini terkadang membuat kita menjadi lebih kreatif. Hal inilah yang terjadi pada firma arsitektur dari India bernama Design Work Group (DWG). Para arsiteknya diminta untuk mengubah sebuah bangunan tua menjadi kantor bagi sebuah perusahaan pembuat perangkat lunak Peacock Technology.

Untuk meminimalisir anggaran tanpa mengorbankan aspek estetis, para arsitek di DWG mendaur ulang barang-barang bekas, dari ban bekas sampai disket tua diubah menjadi furnitur dan berbagai dekorasi ruangan yang menarik.

furnitur kantor

Foto: Bhavesh Raghavani/Inhabitat.com

Bangunan ini terletak di Zona Ekonomi Khusus Icchapor yang terletak di kota Surat, negara bagian Gujarat India. Hasil akhir dari perubahan gedung tua ini, baik tempat bekerja maupun untuk bersantai, merupakan bukti bahwa daur ulang barang bekas dengan cara yang kreatif menghasilkan karya yang indah.

Tempat penampungan barang bekas tersebut menyediakan banyak bahan untuk dipakai, diantaranya tabung-tabung kertas, kayu bekas, ban, botol kaca, pipa air dan masih banyak barang bekas lainnya. Barang-barang tersebut kemudian digabung dengan sampah dari perusahaan Peacock Technology yang berupa papan ketik, disket dan CD tua.

furnitur kantor

Foto: Bhavesh Raghavani/Inhabitat.com

Dengan bantuan mahasiswa-mahasiswa dari jurusan seni, bahan-bahan tersebut mengalami transformasi. Ban bekas menjadi tempat duduk, CD menjadi alas meja dan meja resepsionis yang terbuat dari balustrade dan kayu bekas.

DWG berhasil memenuhi tantangan berupa anggaran yang ketat. Dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah didapat di tempat penampungan barang bekas kota Surat, mereka mampu menghemat biaya. Barang-barang bekas yang ada di tempat penampungan tersebut merupakan hasil dari bongkaran bangunan-bangunan kayu lama di kota Surat yang merupakan kota pelabuhan. “Kami menyadari bahwa inilah cara terbaik untuk memasukkan arsitektur kota ke dalam interior yang kami rancang,” tutur para arsiteknya.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page