Impossible City, Mendirikan Rumah Tunawisma yang Ramah Lingkungan

Reading time: 2 menit
Foto: www.inhabitat.com

Tunawiswa di Seattle, Amerika, kini dapat tersenyum lega. Organisasi Sawhorse Revolution menghimpun beberapa remaja Seattle dan mengajak beberapa arsitek untuk bekerja sama dalam sebuah proyek kemanusiaan yang dinamakan Impossible City.

Sawhorse Revolution melatih para remaja ini agar dapat membangun rumah mungil bagi para tunawiswa. Anak-anak muda tersebut mempelajari ilmu kontruksi dasar yang ramah lingkungan. Dari hasil studi tersebut, mereka berhasil mendirikan rumah-rumah mungil untuk warga Nickelsville, sebuah wilayah di kota Seattle yang menampung warga tunawisma. Rumah mungil itu tidak hanya efisien penggunannya tapi juga nyaman bagi penghuninya.

Foto: www.inhabitat.com

Foto: www.inhabitat.com

Untuk mendirikan rumah-rumah bagi tunawisma, Sawhorse Revolution dalam proyek Impossible City ini mengumpulkan material bangunan yang tidak terpakai dan terbuang. Beberapa material bahkan didaur ulang. Hebatnya lagi, setiap rumah dilengkapi dengan sistem panel surya yang sederhana dan penampung air hujan. Selain itu, mereka membangun dapur umum, stasiun pengisian daya tenaga surya, kakus kompos, dan rumah-rumah kecil yang dapat di rombak yang terbuat dari kanvas daur ulang dan bahan lainnya.

Foto: www.inhabitat.com

Foto: www.inhabitat.com

Anak-anak muda yang terlibat merasa sangat senang dapat berpartisipasi dalam program ini. Mereka menyadari bahwa mereka dapat membantu komunitas seperti yang ada di Nickelsville. Proyek semacam ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup bagi tunawisma di Nickelsville, namun rumah tersebut dapat dipindahkan kapan saja jika kamp tunawisma direlokasi. Para remaja tersebut bahkan telah berhasil mengumpulkan cukup dana untuk menambah pembuatan jumlah rumah dan melanjutkan proyek Impossible City.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page