Pesan Kemanusiaan Dari Palestina

Reading time: 2 menit
Foto: inhabitat.com/Tawfik Gebreel

Ketika dunia melihat peristiwa menyeramkan akan penderitaan warga sipil yang tengah terjadi di Gaza, dan Hamas dan Israel mempertimbangkan syarat-syarat gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat, seorang arsitek muda Palestina merespon krisis kemanusiaan ini melalui seni.

Tawfik Gebreel, yang bermukim di Gaza, menciptakan karya seni ini untuk mengirim sebuah pesan melalui sebuah bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua orang di belahan dunia manapun. Gebreel menggunakan foto-foto asap dari serangan udara dan roket, yang kemudian ia gambar dengan menggunakan simbol harapan dan kebersamaan.

Foto: inhabitat.com/Tawfik Gebreel

Pemuda berusia 27 tahun ini berharap dapat meningkatkan kepedulian terhadap situasi yang nyata terjadi berdasarkan sudut pandang warga Palestina. Ia mengatakan bahwa ia mulai membuat konsepnya untuk menyelaraskan gambarnya dengan realitas yang dilihatnya, melalui analisa dan transformasi asap dan ledakan.

Dengan mengubah asap menjadi wajah melalui coretan tangannya, Gebreel ingin menunjukan harapan dari kemanusiaan, ketabahan dan semangat juang dalam menghadapi situasi pemboman setiap hari.

Foto: inhabitat.com/Tawfik Gebreel

Terlepas dari segala kekacauan yang mengelilinginya, Gebreel menyatakan,”Saya punya ambisi untuk melakukan beberapa pameran di beberapa negara dan mempublikasi karya-karya saya yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina melalui seni grafis agar dunia tahu.”

Karya-karya seni ini juga sebenarnya menjadi media untuk mengekspresikan segala emosi sang arsitek ini, sekaligus juga menjadi media untuk menunjukan perlawanan terhadap situasi ini dengan cara yang damai.

(G33)

Sumber: inhabitat.com

Top
You cannot copy content of this page