Remaja Spanyol Ciptakan Alat Musik dari Barang Bekas

Reading time: 2 menit
Sejumlah alat musik yang orkestra mainkan ini terbuat dari barang bekas. Foto: Euronews

Christina Vaquez, seorang remaja asal Madrid, Spanyol, berhasil memberikan kehidupan kedua pada barang bekas dengan cara yang tidak biasa. Remaja berusia 18 tahun tersebut berhasil menyulap barang bekas menjadi alat musik biola, drum dan juga double bass. Ia bekerja sama dengan seorang pengrajin bernama Fernando Soler untuk membuat alat musik berbahan barang bekas tersebut.

“Saya sangat senang karena upaya ini telah memberi banyak perubahan dalam hidup saya,” ujar Christina seperti dilansir dari Euronews.

Christina menciptakan alat musik dari barang bekas berupa kaleng soda, skateboard dan tong plastik bekas. Ia memanfaatkan kaleng bekas menjadi biola, skateboard menjadi double bass dan tong bekas menjadi drum. Seluruh instrumen musik tersebut ia hibahkan kepada para pemuda Madrid yang tergabung dalam kelompok orkestra lokal.

“Melalui alat musik yang saya ciptakan, saya ingin membantu para pemuda berbakat yang bernasib kurang beruntung,” tutur Christina.

Alat Musik dari Barang Bekas Bantu Anak Muda Madrid Merasa Lebih Percaya Diri

Bekerja sama dengan organisasi lingkungan Ecombes, Christina bertekad untuk terus meningkatkan potensi bermusik yang terpendam dalam diri para pemuda Madrid. Terdapat begitu banyak pemuda berbakat di daerah tersebut, namun kebanyakan dari mereka memiliki keterbatasan kemampuan finansial untuk mendapatkan pengajaran musik. Dengan adanya alat musik berbahan dasar barang bekas, para pemuda memiliki kesempatan untuk belajar bermain musik secara lebih mendalam lagi.

Keberadaan alat musik dari barang bekas telah membantu para pemuda Madrid untuk meraih prestasi gemilang. Dengan bermodalkan biola berbahan kaleng soda bekas, empat remaja dari kota tersebut berhasil meraih beasiswa di sekolah musik dan konservatori publik. Selain itu, keberadaan instrumen musik tersebut juga dapat membantu para pemuda Madrid untuk terhindar dari ancaman putus sekolah.

Sebagai informasi, Christina dan Ecombes terinspirasi untuk menciptakan alat musik dari barang bekas setelah mereka menyaksikan pertunjukkan musik dari kelompok orkestra Cateura asal Paraguay. Kelompok orkestra yang berasal dari kawasan kumuh tersebut menampilkan pertunjukan musik yang diiringi oleh instrumen musik berbahan barang bekas, seperti potongan kayu, peralatan makan bekas dan juga kaleng.

Penulis: Anggi R. Firdhani
Sumber:
Euronews

Top

You cannot copy content of this page